JAKARTA, DISWAY.ID – Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) meminta maaf kepada Ketua BEM UGM 2025 Tiyo Ardianto karena dilarang kampus tersebut untuk diskusi di sana.
Para mahasiswa menyebut ada pembungkaman dan ketidakadilan di lingkungan kampus Unnes yang membuat diskusi dengan Tiyo Ardianto batal dilakukan.
BACA JUGA:Jabatan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Selesai, Penggantinya Diminta Sama Kritisnya Berani Lawan Prabowo dan MBG
Salah satunya disebut karena dihalangi birokrasi kampus.
“Kami menyatakan sikap atas terjadinya tindakan pembungkaman, feodalisme, dan ketidakadilan yang terjadi di lingkungan kampus UNNES terhadap Tiyo Ardiyanto serta pihak-pihak lain yang menjadi korban dari BURUKNYA BIROKRASI KAMPUS,” tulis aliansi mahasiswa UNNES secara tertulis dan diunggah di media sosial Tiyo Ardianto.
BACA JUGA:Tiyo Ardianto Dilarang Diskusi di Unnes, Eks Ketua BEM UGM Sebut Dicekal Birokrat Kampus karena Paranoia
Aliansi mahasiswa UNNES menilai bahwa tindakan tersebut mencederai nilai demokrasi, kebebasan akademik, serta hak setiap Manusia untuk menyampaikan pendapat dan memperjuangkan keadilan tanpa tekanan maupun intimidasi.
Berikut pernyataan tegas Aliansi Mahasiswa Unnes:Dengan ini kami menyatakan:
1. Berdiri bersama seluruh korban ketidakadilan dan mendukung perjuangan terhadap kebebasan berpendapat di lingkungan akademik.
2. Mengecam segala bentuk pembungkaman, intimidasi, dan budaya feodal di lingkungan kampus.
3. Menuntut terciptanya ruang akademik yang demokratis, kritis, dan bebas dari tekanan kekuasaan birokrasi.
4. Mengawal setiap bentuk perjuangan yang berpihak pada keadilan, kemanusiaan, dan nilai demokrasi kampus.
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan keberpihakan kami terhadap perjuangan melawan ketidakadilan di UNNES.
Atas nama
Aliansi Mahasiswa UNNES
- 1
- 2
- »





