REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Laporan media Amerika Serikat mengungkap bahwa perang melawan Iran telah menguras sebagian besar kemampuan pertahanan dan ofensif militer AS di kawasan, terutama dalam upaya melindungi Israel.
Di saat yang sama, muncul laporan bahwa Iran berhasil menghancurkan drone-drone milik Amerika senilai sekitar 1 miliar dolar selama perang berlangsung.
Baca Juga
Media Israel Ungkap Mengapa Komandan Tertinggi Al-Qassam Berjuluk Sang Hantu Bisa Terbunuh
Siapa Komandan Al-Qassam yang Syahid, Berjuluk 'Hantu' dan Kepalanya Dibanderol Israel Rp 12 M?
Tanda Luka Fisik Para Aktivis Global Sumud dan Cerita Kebiadaban di Penjara Israel
Surat kabar The Washington Post pada Kamis lalu, dikutip dari Aljazeera, Ahad (24/5/2026) mengutip penilaian Departemen Pertahanan AS (Pentagon) dan sejumlah pejabat Amerika, melaporkan bahwa militer AS menembakkan lebih dari 200 rudal pencegat sistem THAAD untuk mempertahankan Israel selama perang melawan Iran.
Jumlah itu disebut setara dengan hampir separuh total stok rudal THAAD yang dimiliki Pentagon.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Menurut laporan tersebut, volume amunisi canggih yang digunakan Amerika Serikat untuk mencegat rudal-rudal Iran bahkan jauh lebih besar dibandingkan yang digunakan Israel sendiri.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius di Washington terkait kesiapan militer AS serta kemampuannya memenuhi komitmen keamanan di kawasan lain dunia.
The Washington Post mengutip tiga pejabat Amerika yang menyatakan bahwa situasi tersebut menunjukkan betapa besar beban yang ditanggung Washington dalam menghadapi serangan rudal balistik Iran dalam operasi yang oleh AS diberi nama “Epic Rage” atau “Amarah Epik”.
Para pejabat itu menjelaskan bahwa selain rudal THAAD, Amerika juga menembakkan lebih dari 100 rudal pencegat jenis Standard Missile-3 dan Standard Missile-6 dari kapal-kapal perang yang ditempatkan di Laut Mediterania bagian timur.