Hari Keanekaragam Hayati 2026, UKM Pandu Alam Lingkungan Unhas Tekankan pentingnya menjaga Burung Rangkong dan Pohon Lontar

terkini.id
5 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar — Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Pandu Alam Lingkungan (P.A.L) melaksanakan kegiatan siaran Inspirasi Siang pada pukul 10.00 WITA bertempat di INSANIA FM RADIO NETWORK.

Kegiatan ini mengangkat tema “Flora dan Fauna Identitas Sulawesi Selatan” dengan fokus pembahasan mengenai pentingnya menjaga Burung Rangkong dan Pohon Lontar sebagai bagian dari kekayaan hayati dan identitas alam Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini diwakili oleh Nusyahri Ramadhani, anggota Badan Keilmuan angkatan 2024 Program Studi Kehutanan (Gladimula 31) Pandu Alam Lingkungan, serta Agies, anggota Bidang Kepetualangan angkatan 2024 Program Studi Konservasi Hutan (Gladimula 31) Pandu Alam Lingkungan.

Dalam siaran tersebut, keduanya membahas kondisi lingkungan yang saat ini semakin menghadapi berbagai ancaman akibat kerusakan habitat, eksploitasi sumber daya alam, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga flora dan fauna lokal.

Burung Rangkong dijelaskan sebagai salah satu fauna penting yang memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis. Satwa ini membantu proses penyebaran biji berbagai jenis tumbuhan sehingga berperan dalam regenerasi hutan secara alami.

Sementara itu, Pohon Lontar menjadi flora khas yang memiliki manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat Sulawesi Selatan, mulai dari pemanfaatan daun, batang, hingga buahnya yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat lokal.

Nusyahri Ramadhani menyampaikan bahwa menjaga flora dan fauna bukan hanya tentang melindungi satwa dan tumbuhan, tetapi juga menjaga identitas daerah dan keberlangsungan kehidupan di masa depan.

Menurutnya, keberadaan Burung Rangkong dan Pohon Lontar menjadi simbol penting yang menunjukkan kekayaan alam Sulawesi Selatan yang harus dipertahankan bersama melalui edukasi dan aksi nyata di lingkungan sekitar.

Agies juga menambahkan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kepedulian terhadap alam dapat dimulai dari langkah sederhana seperti tidak merusak habitat, mengurangi penggunaan sampah plastik, menjaga kebersihan lingkungan, serta ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan dan konservasi.

Ia menegaskan bahwa menjaga alam berarti menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat dan makhluk hidup lainnya.

Melalui kegiatan siaran inspirasi siang ini, mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Unit Kegiatan Mahasiswa Pandu Alam Lingkungan (P.A.L) berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga flora dan fauna identitas Sulawesi Selatan. Inspirasi siang melalui media radio diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat sejak dini serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih lestari dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan yang semakin mengalami penurunan akibat aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan. Kerusakan kawasan hutan, pembukaan lahan secara berlebihan, serta perburuan satwa liar menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan flora dan fauna khas Sulawesi Selatan. Jika kondisi tersebut terus terjadi, maka keberadaan Burung Rangkong dan Pohon Lontar dapat semakin berkurang dan kehilangan habitat alaminya. Oleh karena itu, upaya pelestarian harus dilakukan secara bersama melalui peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.

Selain fauna, Pohon Lontar juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan. Pohon ini dikenal memiliki banyak manfaat, mulai dari bahan pangan, bahan kerajinan, hingga fungsi ekologis sebagai penahan erosi dan penyimpan cadangan air di lingkungan sekitar. Di beberapa daerah, Pohon Lontar juga memiliki nilai budaya yang erat dengan kehidupan masyarakat lokal. Hal tersebut menunjukkan bahwa flora lokal bukan hanya memiliki manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan warisan budaya yang harus dijaga keberadaannya.

Di akhir kegiatan, mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Unit Kegiatan Mahasiswa Pandu Alam Lingkungan (P.A.L) juga menekankan bahwa Inspirasi ini perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama kepada generasi muda dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga flora dan fauna identitas Sulawesi Selatan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap alam dan generasi mendatang. Langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak melakukan perburuan liar, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan ikut menanam pohon dinilai dapat menjadi awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antusiasme Meledak di Makassar! Ratusan Anak Muda Ramaikan Festival Sepak Bola Rakyat 2026
• 1 menit lalubola.com
thumb
Merasa Dijebak dan Diperdaya, Yasinta Moiwend Buka Suara Soal Film Pesta Babi
• 1 jam lalujpnn.com
thumb
Pola Pikir Orang yang Tanpa Sadar Menjadikan Kekayaan sebagai Ukuran Harga Diri
• 4 jam lalubeautynesia.id
thumb
BMKG prakirakan seluruh Jakarta hujan pada Minggu siang
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Bulog serap 8.700 ton beras petani Sulteng hingga Mei 2026
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.