BTN Salurkan 6 Juta Unit Rumah KPR Subsidi ke Masyarakat Rentan Miskin

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat telah menyalurkan kredit pembiayaan rumah (KPR) subsidi sebanyak 6 juta unit untuk masyarakat kategori desil 3 atau rentan miskin.

Sebagaimana diketahui desil 3 merupakan klasifikasi kelompok masyarakat yang berada di urutan ke 21-30 persen tingkat kesejahteraan terendah secara nasional. Dalam program bantuan pemerintah, desil 3 dikategorikan sebagai kelompok rentan miskin.

"Kalau desil 3 kpr subsidi di BTN ada 6 juta rumah dari awal program," kata Direktur Utama Bank Tabungan Negara, Nixon LP Napitupulu dalam keterangannya, Minggu (24/5).

Menurut Nixon, dalam mengalurkan kredit perumahan, ada dua strategi utama yang dilakukan BTN yaitu, melalui program KPR subsidi dan lewat bantuan pembangunan rumah swadaya bagi masyarakat dengan penghasilan paling rendah.

Program KPR subsidi dirancang untuk masyarakat dengan batas maksimal penghasilan tertentu agar tepat sasaran kepada kelompok MBR. Sementara bagi masyarakat di desil 1 dan 2 yang dinilai belum mampu mengakses kredit perbankan, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"KPR tentu dibantu pemerintah. Pemerintah buat program KPR subsisdi yang dibatasi maksimal income. Maksudnya ini memang menyasar masyarakat penghasilan rendah karena banyak unbanked. Kalau ada 10 desil, maka bisa dibilang yang paling sulit tinggal desil 1-2 sedangkan desil 3-8 diintervensi KPR," jelasnya.

Tahun ini, kata Nixon, program BSPS disebut menyasar sekitar 400 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia. "Yang desil 1-2 ini pemerintah mengeluarkan BSPS bantuan simulan pembangunan swadaya jadi pemerintah kasih 20-25 juta tahun ini ada 400 ribu per rumah tangga," lanjutnya.

Kaji Tenor hingga 40 Tahun

Nixon menambahkan, pemerintah saat ini juga tengah mengkaji skema tenor KPR hingga 40 tahun. Langkah itu diharapkan dapat memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap pembiayaan rumah.

"Hari ini pemerintah mengkaji KPR sampai 40 tahun, mudah-mudahan desil 1-2 bisa dapat. Ini cara penetrasi MBR," sebutnya.

Selain lewat pembiayaan rumah, BTN juga mengandalkan digitalisasi untuk menjangkau masyarakat yang belum tersebtuh akses pembiayaan bank.. Nixon menilai penetrasi telepon seluler di Indonesia saat ini jauh lebih tinggi dibanding kepemilikan rekening bank.

Ia mencontohkan, selama lebih dari 70 tahun BTN menyalurkan sekitar 6 juta KPR. Namun dalam waktu kurang dari tiga tahun, pengguna mobile banking BTN sudah mencapai sekitar 5 juta akun.

"Kita buat digitalisasi untuk perbankan. Penetrasi HP lebih banyak dibanding penetrasi account. BTN usia 70 lebih KPR 6 jutaan, mobile tidak sampai 3 tahun sudah 5 juta mobile banking account. Menurut saya jumlah KPR di-takeover user mobile. Penetration rate sekarang lebih mudah karena mobile bisa buka dari rumah. Itu cara kami akses unbanked," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tigers FA & Arema FC Women Kuasai Hydroplus Soccer League Surabaya
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Gaya Humanis Kapolres Karawang Temui Korlap Bobotoh di Tengah Gemuruh Pawai Juara Persib Bandung
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
OJK: Tabungan Pelajar Capai Rp 29,13 Triliun pada Kuartal I 2026
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ramai Foto Pocong Duduk di Teras Rumah di Depok, Polisi: Hoaks dan Hasil Editan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
El Nino Bisa Perpanjang Kemarau di Indonesia
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.