REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penanganan kasus strok hingga saat ini masih menjadi salah satu tantangan paling serius di dunia kesehatan Indonesia, terutama pada wilayah-wilayah yang mencatatkan angka prevalensi tinggi seperti Provinsi Sumatera Utara. Berdasarkan data kesehatan terbaru, prevalensi kasus strok di wilayah Sumatera Utara berada di kisaran angka 9,3 persen.
Angka ini secara nyata menempatkan wilayah tersebut sebagai salah satu daerah dengan beban kasus strok paling signifikan di tingkat nasional. Dalam menghadapi situasi darurat medis seperti ini, keberadaan sebuah fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki standar penanganan super cepat, taktis, dan terintegrasi menjadi faktor kunci yang paling menentukan dalam menyelamatkan nyawa pasien serta memulihkan kualitas hidup mereka.
- Dehidrasi dan Heatstroke Akibat El Nino Lebih Bahaya pada Anak
- Detak Jantung tak Teratur Bisa Jadi Penyebab Stroke Iskemik
- WHO Peringatkan Dunia di Ambang Risiko Pandemi yang Lebih Buruk
Menjawab kebutuhan krusial tersebut, Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan berhasil meraih sertifikasi Advanced Stroke Centre yang dikeluarkan langsung oleh lembaga kesehatan dunia, World Stroke Organization (WSO). Pengakuan internasional ini menjadikan Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan sebagai rumah sakit swasta pertama di seluruh Indonesia yang sukses memperoleh standardisasi tertinggi tersebut.
Kehadiran fasilitas medis berstatus pusat strok lanjutan ini diharapkan mampu membawa dampak besar bagi sistem rujukan kesehatan di wilayah Indonesia bagian barat. Dalam praktik kegawatdaruratan medis, strok dikenal sebagai penyakit yang sangat bergantung pada waktu.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Setiap detiknya sangat berharga karena jutaan sel otak bisa mati jika aliran darah terputus. Di sinilah pentingnya pemahaman mengenai periode kritis yang sering disebut sebagai golden period, yaitu jendela waktu emas yang berdurasi kurang dari 4,5 jam sejak gejala strok pertama kali muncul pada tubuh pasien. Melakukan tindakan intervensi medis yang tepat dan cepat di dalam rentang waktu emas ini terbukti secara klinis mampu meningkatkan peluang pemulihan total secara signifikan, sekaligus meminimalkan risiko terjadinya kecacatan fisik permanen maupun angka kematian yang tinggi.
Sertifikasi sebagai Advanced Stroke Centre sendiri tidak diberikan secara sembarangan oleh World Stroke Organization. Pengakuan ini hanya dianugerahkan kepada fasilitas kesehatan yang mampu membuktikan kepatuhan serta konsistensi mereka dalam memenuhi indikator standar medis tertinggi. Hal ini mencakup keseluruhan proses pelayanan klinis, mulai dari kecepatan diagnosis awal saat pasien tiba di unit gawat darurat, pelaksanaan intervensi medis tingkat lanjutan, hingga program rehabilitasi pascastroke yang berbasis pada bukti ilmiah. Selain itu, rumah sakit yang tersertifikasi diwajibkan memiliki kesiapan layanan penuh selama 24 jam dalam seminggu, yang didukung secara total oleh tim medis multidisiplin serta infrastruktur teknologi kedokteran yang mutakhir.




