Kolaborasi AIA-Sultan Tajang Terangi Jalur Trans Sulawesi, Akses Wajo Kini Lebih Aman di Malam Hari

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, WAJO — Ruas Jalan Trans Sulawesi yang melintasi Kecamatan Keera, Pitumpanua, hingga Maniangpajo, Kabupaten Wajo, kini tampak lebih hidup pada malam hari setelah pemasangan lampu penerangan jalan.

Kondisi yang sebelumnya gelap dan rawan kini berubah menjadi lebih terang, aman, dan nyaman bagi pengguna jalan.

Kehadiran lampu jalan tersebut langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat dan para pengendara yang setiap hari melintasi jalur utama antardaerah itu.

Banyak warga menilai, penerangan jalan bukan hanya meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga secara signifikan menekan risiko kecelakaan pada malam hari.

“Sekarang jauh lebih aman kalau malam. Dahulu gelap sekali, sekarang sudah terang, jadi lebih percaya diri berkendara,” ujar salah seorang pengendara yang rutin melintas di kawasan tersebut.

Program penerangan jalan ini merupakan hasil kolaborasi antara Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), bersama Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Sultan Tajang.

Keduanya menegaskan bahwa infrastruktur penerangan jalan menjadi salah satu kebutuhan mendesak masyarakat di jalur strategis seperti Trans Sulawesi.

AIA menekankan bahwa keberadaan lampu jalan memiliki dampak luas, tidak hanya pada aspek keselamatan, tetapi juga pada keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Hadirnya lampu jalan ini membuat akses masyarakat jauh lebih aman. Selain itu, aktivitas ekonomi warga juga dapat terus berjalan, termasuk pada malam hari,” ujarnya pada Minggu, 24 Mei 2026.

Ketua DPD Gerindra Sulsel ini menambahkan bahwa penerangan jalan merupakan infrastruktur dasar yang langsung berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran mobilitas antarwilayah, terutama di jalur dengan intensitas lalu lintas tinggi.

Sementara itu, Sultan Tajang menyebut ruas Trans Sulawesi di Keera, Pitumpanua, dan Maniangpajo sebagai jalur vital yang menjadi urat nadi distribusi barang dan mobilitas warga di Kabupaten Wajo dan sekitarnya.

Menurutnya, manfaat penerangan jalan kini mulai dirasakan luas oleh masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil yang dapat kembali beraktivitas lebih lama pada malam hari.

“Dengan adanya penerangan jalan, masyarakat kini lebih nyaman beraktivitas pada malam hari. Pelaku usaha kecil, pedagang, hingga warga yang bepergian menjadi lebih tenang karena kondisi jalan sudah terang,” katanya.

Ia juga menegaskan komitmen untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur dasar serupa di wilayah lain di Sulawesi Selatan yang masih membutuhkan penerangan jalan memadai.

Dengan adanya penerangan di ruas strategis Trans Sulawesi tersebut, diharapkan
tidak hanya keselamatan lalu lintas yang meningkat, tetapi juga roda perekonomian masyarakat Kabupaten Wajo dapat terus bergerak lebih aktif, bahkan hingga malam hari. (ams)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sungai Mentaya Kotim Meluap Rendam 1 Desa
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Revisi Kebijakan DHE SDA Resmi Berlaku, Pemerintah Perketat Devisa Ekspor
• 10 jam lalueranasional.com
thumb
Wanita Tewas di Pinggir Jalan Bogor, Pelaku Ditangkap usai Drama Kejar-kejaran
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Kebut Ekspansi Kawasan Industri Kendal, Anak Usaha KIJA Raih Pinjaman Rp1,2 Triliun
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Arthur Fils mundur dari Roland Garros 2026
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.