Trump Ungkap Kesepakatan dengan Iran, Sinyal Perang Segera Berakhir?

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa kesepakatan dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan, tinggal menunggu finalisasi. Apakah perang AS-Iran akan segera berakhir?

Dilansir dari BBC, Trump mengatakan di media sosialnya bahwa dia telah melakukan panggilan yang sangat baik dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan lainnya tentang nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang berkaitan dengan perdamaian.

"Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain, seperti yang tercantum," kata Trump dilansir dari BBC pada Minggu (24/5/2026).

Baca Juga : Permintaan Negara Teluk, Trump Mau Tunda Serangan Baru ke Iran

Dia menjelaskan bahwa aspek dan detail akhir dari kesepakatan tersebut saat ini sedang dibahas, dan akan segera diumumkan.

Trump juga mengatakan dia telah melakukan panggilan pada Sabtu (23/5/2026) dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Menurut Trump, pembicaraan dengan Netanyahu berjalan dengan baik.

Namun, Trump belum memberikan rincian lebih lanjut tentang kesepakatan tersebut. Akan tetapi, Trump menegaskan bahwa setiap perjanjian akan bersifat mutlak sebagai upaya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Selain itu, kesepakatan juga akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei sebelumnya mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa posisi AS dan Iran telah bertemu dalam sepekan terakhir. Akan tetapi, dia memperingatkan bahwa itu tidak berarti kesepakatan akan tercapai pada isu-isu kunci. Baqaei juga menuduh AS membuat pernyataan yang kontradiktif.

Dilansir dari Al Jazeera, para pejabat Teheran juga telah berulang kali menyatakan kehati-hatian dalam bernegosiasi dengan AS. Menurut deretan pejabat itu, AS telah dua kali melancarkan serangan militer terhadap Iran selama pembicaraan tentang program nuklirnya.

AS terus memblokade pelabuhan Iran. Di sisi lain, Iran secara efektif menutup Selat Hormuz.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan bahwa dirinya telah menerima panggilan telepon dari Trump. Dia pun mengucapkan selamat kepada Trump atas upaya luar biasanya untuk mewujudkan perdamaian.

Pakistan telah membantu menegosiasikan kesepakatan perdamaian AS dengan Iran dan bertindak sebagai perantara.

"Kami berharap dapat menjadi tuan rumah putaran pembicaraan berikutnya segera," tulisnya di media sosial X.

Sebagaimana diketahui, AS dan Israel telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan itu telah memicu konflik di seluruh Timur Tengah.

Iran menanggapi dengan melancarkan serangan balik terhadap Israel dan negara-negara sekutu AS di Teluk.

Lalu, gencatan senjata di Iran disepakati pada awal April. Sejak saat itu, Washington dan Teheran telah terlibat dalam pembicaraan mengenai kesepakatan perdamaian jangka panjang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keji! Temuan Jasad Perempuan di Tepi Jalan, Polisi Kejar Pelaku | KOMPAS SIANG
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Reynaldo & 2 Caketum Protes Lampung Tuan Rumah Munas HIPMI ke-XVIII
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Politik sepekan, RUU Polri hingga pembebasan WNI dari Israel
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Sempat Cedera, Michelle Joan Akui Tak Kapok Bermain Padel
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Wamen Haji: 90 Ribu Jemaah Pilih Penyembelihan Dam di Tanah Suci | KOMPAS SIANG
• 29 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.