Kejuaraan pencak silat “Rektor Cup” yang digelar pada 22–24 Mei 2026 di Pasuruan, tidak sekadar menjadi arena kompetisi antarpesilat. Ajang tingkat nasional tersebut juga diproyeksikan sebagai wadah regenerasi atlet pencak silat untuk melahirkan talenta-talenta muda berprestasi.
Kegiatan itu diikuti sekitar 60 atlet. Para peserta merupakan pesilat hasil seleksi dari daerah masing-masing, dengan dominasi asal Jawa Timur.
Sayid Ridho Wakil Ketua Pagar Nusa Jawa Timur mengatakan, kejuaraan internal Pagar Nusa tersebut memiliki nilai penting dalam proses pembinaan atlet muda.
“Ini kompetisi internal Pagar Nusa, tetapi tingkatnya nasional. Pesertanya hasil seleksi dari masing-masing kontingen,” ujar Ridho.
Menurutnya, kompetisi seperti Rektor Cup menjadi ruang bagi atlet muda untuk mengasah mental bertanding sekaligus mengukur kemampuan sebelum tampil di level yang lebih tinggi.
Ia mengakui jumlah peserta tahun ini belum maksimal. Faktor waktu pendaftaran yang relatif singkat serta berdekatan dengan momentum hari raya membuat beberapa kontingen belum dapat berpartisipasi secara optimal.
Meski demikian, antusiasme peserta dinilai tetap tinggi. Pertandingan berlangsung kompetitif dan menunjukkan potensi besar regenerasi atlet pencak silat di lingkungan Pagar Nusa.
Muhammad Dayat Ketua Panitia Dies Natalis ke-24 Universitas Yudharta Pasuruan menegaskan, kejuaraan tersebut memang diarahkan untuk mendukung pembinaan atlet sejak usia muda.
“Kami berharap dari kompetisi ini muncul pesilat-pesilat tangguh yang nantinya bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” kata Dayat.
Panitia sebelumnya mencatat jumlah pendaftar mencapai lebih dari 100 atlet. Namun sebagian peserta batal hadir karena jadwal kejuaraan lain berlangsung dalam waktu berdekatan.
Ke depan, pihak kampus membuka peluang menggelar event serupa secara lebih rutin, baik untuk tingkat sekolah maupun perguruan tinggi. (saf/ham)




