Potensi Halal Lifestyle Capai Rp5.000 Triliun, BSI (BRIS) Siap Integrasikan UMKM

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

BSI menegaskan kesiapannya untuk memimpin dan menaikkan kelas ekosistem halal di Indonesia.

Potensi Halal Lifestyle Capai Rp5.000 Triliun, BSI (BRIS) Siap Integrasikan UMKM (FOTO:Dok BSI)

IDXChannel – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) menegaskan kesiapannya untuk memimpin dan menaikkan kelas ekosistem halal di Indonesia. 

Langkah strategis ini diambil guna mengoptimalkan potensi pasar halal lifestyle nasional yang kini mencapai Rp5.000 triliun.

Baca Juga:
Seluruh Skenario Pelayanan dan Mitigasi Lapangan Diperkuat Jelang Puncak Haji

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, saat menjadi pembicara di ajang Financial Festival 2026. 

Dalam paparannya, Anggoro menegaskan bahwa peran perbankan syariah saat ini telah bertransformasi jauh melampaui sekadar penyedia transaksi finansial.

Baca Juga:
Penyaluran Kredit BPD Capai Rp562,8 Triliun hingga Maret 2026

"BSI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan transaksional. Lebih dari itu, perbankan syariah kini ikut menentukan arah dan menjadi penggerak utama pertumbuhan arus baru ekonomi nasional," ujar Anggoro dalam keterangan tertulis Minggu (24/5/2026).

Untuk mewujudkan target tersebut, BSI menyiapkan sejumlah faktor pemampu (enablers) strategis, salah satunya melalui akselerasi pembiayaan yang agresif namun tetap berkelanjutan di berbagai sektor produktif. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama yang didorong untuk naik kelas."Kami serius memastikan pertumbuhan UMKM berjalan secara berkelanjutan," tutur dia.

Baca Juga:
Pembangunan Sekolah Rakyat di Katingan Rampung Bulan Depan, Tampung 1.000 Siswa

BSI hadir melalui ekosistem komprehensif di BSI UMKM Centre, mulai dari pendampingan usaha yang belum bankable, pelatihan, pembinaan kemampuan, hingga membuka akses pasar melalui business matching dengan pembeli skala nasional maupun internasional.

BSI memanfaatkan keunggulan uniknya (uniqueness) dalam ekosistem halal. Perusahaan secara masif masuk ke berbagai jejaring strategis seperti pondok pesantren, sekolah Islam, komunitas, industri halal, hingga sektor haji dan umrah untuk mengintegrasikan potensi bisnis di dalamnya.

Baca Juga:
Petrokimia Gresik Perkuat Wilayah Kerja Ketapang, Berpotensi Tambah Pasokan Gas 30–35 MMSCFD

Saat ini, Indonesia menempati posisi ke-3 terbesar dalam pasar halal lifestyle global. Anggoro optimistis angka potensi Rp5.000 triliun tersebut masih bisa melonjak lebih tinggi jika seluruh ekosistem industri halal dan UMKM terintegrasi penuh dengan dukungan perbankan syariah sebagai mitra finansial utama.

"Tantangan besar kita adalah bagaimana bank syariah memimpin dan mengeksplorasi potensi raksasa ini secara optimal, mengingat Indonesia adalah negara dengan populasi muslim terbesar di dunia," katanya.

Baca Juga:
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Sebagian Besar Telah Dinegosiasikan

"Prinsip syariah itu sejak lama adalah membangun ekonomi yang adil, transparan, berkelanjutan, dan bermanfaat, sesuai dengan maqashid syariah. Ekonomi itu tidak hanya untuk profit, tapi ekonomi itu untuk kemanfaatan dan keberlanjutan," tutur dia.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
9 WNI yang Ditangkap Israel akan Tiba di Indonesia Sore Hari Ini
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
GMFI Bidik Pendapatan USD542,8 Juta pada 2026, Andalkan Diversifikasi Bisnis
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Bayi yang Minum ASI Lebih Kurus daripada yang Minum Sufor? Ini Kata Dokter, Moms
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Persik Dikaitkan dengan Pemain Asal Spanyol, Arthur Irawan: Jangan Terlalu Percaya Rumor di Medsos
• 13 jam lalubola.com
thumb
9 WNI yang Ditangkap Alami Penyiksaan, Dunia Harus Beri Sanksi ke Zionis Israel!
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.