JAKARTA, KOMPAS.com - Seluruh jemaah haji Indonesia sudah tiba seluruhnya di Mekkah, Arab Saudi pada Minggu (24/5/2026) waktu setempat. Kini, jemaah bersiap memasuki tahapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Alhamdulillah memasuki hari operasional pelaksanaan haji ke-33, seluruh jemaah haji Indonesia kini telah tiba di Mekkah, Arab Saudi," kata Juru Bicara (Jubir) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaf dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Minggu.
Baca juga: Irjen Kemenhaj Ungkap Poin Krusial Tantangan Petugas Haji di Arafah
Ia menuturkan, fokus layanan Kemenhaj bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kini diarahkan sepenuhnya pada persiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), dengan tibanya seluruh jemaah di Tanah Suci.
Maria mengungkapkan, pada Senin (25/5/2026) esok hari, jemaah akan bergerak menuju Arafah untuk menjalani puncak haji. Oleh karena itu, para jemaah tengah melakukan persiapan pada hari ini.
Baca juga: Kronologi Muhammad Firdaus Hilang Saat Haji hingga Ditemukan Meninggal
"Saat ini, seluruh jemaah haji Indonesia tengah berada dalam fase persiapan akhir menghadapi rangkaian Armuzna yang merupakan inti dari seluruh prosesi ibadah haji," ucap Maria.
Lebih lanjut Maria mengimbau agar para jemaah memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan diri secara fisik maupun spiritual sebaik-baiknya hari ini.
Pastikan seluruh perlengkapan yang dibutuhkan selama Armuzna telah disiapkan dengan baik, seperti dokumen identitas yang wajib hukumnya selalu menempel kepada jemaah, obat-obatan pribadi, perlengkapan ibadah, pakaian secukupnya, serta kebutuhan dasar lainnya.
"Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu, pastikan bahwa obat pribadi Anda dibawa dan mudah dijangkau. Jangan menitipkan obat-obatan penting kepada orang lain. Simpan obat dalam tas kecil yang selalu melekat bersama dengan jemaah" beber Maria.
Maria juga mengingatkan agar jemaah tidak membawa koper besar, barang-barang berat, perhiasan berlebihan, maupun uang tunai dalam jumlah besar, atau barang yang tidak mendesak.
Baca juga: Anggota DPR Ingatkan Pembimbing Haji Tak Ikut “Mengkavling” Tenda Haji
Pasalnya, bawaan yang terlalu banyak dapat menyulitkan pergerakan jemaah, terutama saat perpindahan antar lokasi di Armuzna.
"Kami mengingatkan jemaah memprioritaskan kondisi fisik, tentunya istirahat yang cukup di hari sebelum pendorongan menuju ke Arafah, konsumsi makanan secara teratur, perbanyak asupan cairan, dan hindari membawa barang berlebihan yang tentunya dapat menghambat mobilitas selama proses pergerakan," tandas Maria.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




