JAKARTA, KOMPAS.TV - Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar tidak panic buying di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pangan.
Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, meminta warga tetap berbelanja secara wajar agar stabilitas harga tetap terjaga.
“Masyarakat diimbau berbelanja secara bijak dan tidak panic buying. Kami berkomitmen menjaga inflasi pangan tetap terkendali demi kesejahteraan warga Jakarta,” ujar Chico di Jakarta, Minggu (24/5/2026) dikutip Antara.
Baca Juga: Prediksi BMKG Potensi Awan Cumulonimbus 25-31 Mei 2026, Ini Daftar Wilayah dengan Risiko Tinggi
Menurut Chico, kenaikan harga pangan menjelang Iduladha dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat. Selain itu, faktor cuaca juga ikut memengaruhi pasokan dan kualitas hasil panen.
Chico menjelaskan, curah hujan yang masih tinggi menyebabkan produksi sejumlah komoditas hortikultura mengalami penurunan. Dampaknya terasa pada harga bahan pangan strategis seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih.
Kondisi tersebut membuat distribusi dan kualitas hasil panen tidak optimal di sejumlah daerah pemasok pangan.
4 Langkah Pemprov DKI Kendalikan Harga Pangan
Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) melakukan sejumlah langkah konkret, di antaranya:
- Melakukan pemantauan harga pangan strategis secara rutin di pasar tradisional.
- Mengawasi pergerakan harga melalui aplikasi Informasi Harga Pangan Jakarta (IPJ).
- Berkoordinasi dengan produsen, distributor, BUMD, dan pemerintah pusat agar distribusi tetap lancar.
- Menyiapkan intervensi pasar berupa pangan bersubsidi dan pasar murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah jika diperlukan.
Baca Juga: Beckham Putra Usai Persib Bandung Raih ‘Three-Peat’: Konvoi 3 Tahun Berturut, Bak Agenda Tahunan
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- harga pangan
- panic buying
- idul adha
- chico hakim
- pemprov dki
- pasar murah





