JAKARTA, KOMPAS.com - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) aktivis Global Sumud Flotilla 2.0 yang sempat ditahan pihak militer Israel tiba di Tanah Air pada Minggu (24/5/2025). Kedatangan mereka disambut Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta.
Baca juga: Jelang Kedatangan 9 WNI yang Dibebaskan Isarel, Menlu Sugiono Tiba di Soekarno-Hatta
Sugiono mengatakan, pemerintah terus melakukan koordinasi dan negosiasi sejak para aktivis tersebut di intersep pada 18 Mei 2026 hingga akhirnya dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat.
“Pada sore hari ini, dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, kita menyambut kembali kedatangan saudara-saudara kita yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0,” kata Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).
Baca juga: Hari Ini, 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel Tiba di Tanah Air
“Sebagaimana kita ketahui, pada tanggal 18 lalu mereka sempat diintersep dan ditahan oleh pihak militer Israel,” ucapnya.
Menurut dia, kepulangan para WNI tersebut tidak lepas dari berbagai upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia.
“Alhamdulillah, berkat izin Tuhan Yang Maha Kuasa, serta berbagai upaya koordinasi dan negosiasi yang kita lakukan, pada sore hari ini sembilan saudara kita dapat tiba kembali di Tanah Air dengan selamat,” ujar Sugiono.
Turki bantu kepulanganPemerintah Republik Turkiye turut memfasilitasi pesawat untuk kepulangan para relawan Global Sumud Flotilla, termasuk untuk sembilan warga negara Indonesia (WNI).
"Turkiye telah mengirimkan tiga pesawat yang disediakan oleh Turkish Airlines untuk kepulangan yang aman bagi seluruh anggota Organisasi Non-Pemerintah dari 41 negara yang berpartisipasi dalam Global Sumud Flotilla," tulis Duta Besar Turkiye untuk Indonesia, Talip Kucukcan, dalam keterangan persnya, Jumat (22/5/2026).
Baca juga: 9 WNI Jalani Visum oleh Otoritas Turkiye Sebelum Pulang ke RI
Pemerintah Turkiye dalam keterangannya, mengatakan sembilan WNI dalam kapal Global Sumud Flotilla yang sempat ditahan oleh pasukan keamanan Israel telah tiba di Istanbul dengan selamat pada tanggal 21 Mei 2026.
Talip Kucukcan menegaskan negaranya mendukung proses repatriasi warga negara Indonesia dan menyediakan semua fasilitas yang diperlukan.
Baca juga: Guru Besar UI: Kemlu Perlu Belajar dari Penanganan WNI Ditahan Israel
Pemerintah Turkiye menyatakan, 422 relawan bantuan kemanusiaan telah dipulangkan dengan selamat dan cepat.
Dia menyampaikan bahwa sembilan WNI yang sempat ditahan juga telah kembali ke Turkiye dengan selamat dan bertemu pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul.
Nama-nama sembilan WNI yang sempat ditahan Israel itu adalah sebagai berikut:
- Andi Angga Prasadewa dari Kapal Josef
- Rahendro Herubowo dari Kapal Ozgurluk
- Andre Prasetyo Nugroho dari Kapal Ozgurluk
- Thoudy Badai dari Kapal Ozgurluk
- Bambang Noroyono (Abeng) dari Kapal BoraLiz
- Herman Budianto Sudarsono dari Kapal Zapyro
- Ronggo Wirasanu dari Kapal Zapyro
- Asad Aras Muhammad dari Kapal Kasr-1
- Hendro Prasetyo dari Kapal Kasr-1





