IHSG mengalami tekanan besar sepanjang perdagangan 18-22 Mei 2026 dengan koreksi mencapai 8,35% ke level 6.162,045. Pelemahan tersebut diiringi aksi jual investor asing senilai Rp807,68 miliar dan penguapan kapitalisasi pasar hingga Rp1.190 triliun dalam sepekan.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan kapitalisasi pasar menyusut dari Rp11.825 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp10.635 triliun. Pada saat yang sama, investor asing tercatat melakukan jual bersih (net sell) Rp807,68 miliar atau setara US$45,72 juta di seluruh pasar.
Koreksi IHSG juga menjadi salah satu yang terdalam di kawasan ASEAN. Indeks acuan pasar saham Indonesia turun 8,35%, sementara indeks STI Singapura justru naik 1,58% dan SET Thailand menguat 1,37% pada periode yang sama.
Tekanan terbesar terhadap IHSG datang dari saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor komoditas. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi pemberat utama indeks setelah anjlok 53,49% dan mengurangi 47,55 poin IHSG. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 47,34% dengan kontribusi negatif 43,21 poin terhadap indeks.
Selain itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 23,44% dan menekan IHSG sebesar 27,67 poin. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 22,84% dengan kontribusi negatif 26,72 poin, sedangkan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) merosot 21,62% dan memangkas 24,31 poin IHSG.
Saham perbankan juga ikut menekan indeks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi 3,28% dan mengurangi 18,74 poin terhadap IHSG. Sementara PT Astra International Tbk (ASII) turun 6,09% dan membebani indeks sebesar 13,96 poin.
Baca Juga: FTSE Russell Tendang DSSA hingga HILL, IHSG Diprediksi Tak Terlalu Terdampak
Baca Juga: Lo Kheng Hong Diam-Diam Borong SIMP dan GJTL Saat Pasar Saham Berdarah
Secara sektoral, indeks transportasi dan logistik mencatat penurunan terdalam sebesar 19,18%. Sektor bahan baku turun 16,31%, energi melemah 13,68%, dan industri terkoreksi 11,70%.
Mayoritas saham di Bursa juga bergerak di zona merah. Sebanyak 709 saham atau sekitar 74% kapitalisasi pasar tercatat turun lebih dari 2% sepanjang pekan berjalan.
Meski IHSG jatuh tajam, aktivitas perdagangan meningkat. Nilai transaksi harian rata-rata naik 15,68% menjadi Rp21,77 triliun, sedangkan volume perdagangan harian naik 2,53% menjadi 36,67 miliar saham.





