Tren penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Jawa Barat terus meningkat dan mulai menjadi gaya hidup baru masyarakat urban. Kendaraan listrik dinilai lebih hemat, efisien, dan ramah lingkungan dibanding kendaraan konvensional.
Data PLN mencatat transaksi pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Jawa Barat melonjak lebih dari 400% selama Ramadan dan Lebaran 2025. Peningkatan ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat menggunakan kendaraan listrik, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.
Bandung menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan pengguna EV paling agresif. CEO INDOMOBIL Dealership Group, Santiko Wardoyo, mengatakan pengguna EV di Jawa Barat naik sekitar empat kali lipat dibanding tahun lalu, sementara Bandung meningkat tiga kali lipat.
“EV ini bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi solusi,” ujarnya dalam INDOMOBIL Expo Bandung, Sabtu (23/5/2026).
Menurut Santiko, masyarakat mulai sadar manfaat kendaraan listrik karena biaya listrik, perawatan, hingga administrasi kendaraan lebih hemat dibanding kendaraan berbahan bakar fosil.
Optimisme pasar juga ditopang bertambahnya infrastruktur pengisian daya. Hingga akhir 2025, terdapat lebih dari 300 titik SPKLU di Jawa Barat, termasuk 27 SPKLU di wilayah Bandung Raya.
Baca Juga: BYD Gebrak RI dengan Teknologi Dual Mode, Mobil EV Bisa Tempuh 1.800 Km
Baca Juga: Purbaya Siapkan Insentif 200 Ribu untuk Mobil EV dan Motor Listrik di Awal Juni
Dalam ajang INDOMOBIL Expo Bandung bertema “EVperience”, berbagai merek kendaraan listrik dipamerkan mulai dari Changan, Citroën, Volkswagen, hingga Indomobil eMotor.
INDOMOBIL menargetkan penjualan kendaraan listrik di Jawa Barat meningkat hingga tiga kali lipat tahun ini seiring tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan hemat energi.





