Menurut mantan pebulu tangkis asal Denmark itu, perubahan sistem skor berpotensi mengurangi unsur drama, strategi, dan dinamika pertandingan yang selama ini menjadi daya tarik utama bulu tangkis.
Axelsen menilai sistem 21 poin yang saat ini digunakan masih menjadi format terbaik untuk menjaga kualitas pertandingan dan memberi ruang bagi pemain membangun momentum.
“Saya rasa kita akan kehilangan drama dan taktik sedikit. Saya suka sejarah yang ada dalam sebuah pertandingan, itu bisa naik dan turun,” kata Axelsen seperti dilansir Antara saat menghadiri acara meet and greet di Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Sistem 21 Poin Dinilai Lebih Ideal
Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024 itu mengatakan sistem 21 poin memberikan kesempatan lebih besar bagi pemain untuk bangkit meski sempat tertinggal jauh.
Menurut Axelsen, momen comeback menjadi salah satu elemen penting yang membuat pertandingan bulu tangkis terasa menarik dan penuh emosi.
“Meskipun Anda tertinggal 11-5 atau semacamnya, Anda bisa bangkit kembali. Itu sangat sulit jika Anda hanya bermain sampai 15 poin,” ujarnya.
Axelsen menilai pertandingan dengan sistem 15 poin akan berlangsung jauh lebih cepat sehingga pemain tidak memiliki banyak waktu untuk mengubah strategi saat laga berjalan.
Aspek Fisik dan Taktik Bisa Berkurang
Selain soal drama pertandingan, Axelsen juga menyoroti dampak sistem baru terhadap aspek fisik dalam bulu tangkis.
Menurutnya, daya tahan dan konsistensi pemain selama pertandingan merupakan bagian penting yang selama ini menjadi ciri khas olahraga tersebut.
Dengan sistem 15 poin, pertandingan diprediksi menjadi lebih singkat sehingga faktor stamina kemungkinan tidak lagi terlalu menentukan.
Axelsen juga memperkirakan sistem baru dapat meningkatkan potensi kejutan dari pemain nonunggulan karena margin kesalahan menjadi lebih kecil.
“Saya rasa akan ada lebih banyak kejutan selama turnamen berlangsung. Anda harus siap sejak awal dan tidak boleh terlalu santai,” tutup Axelsen.
BWF Resmi Terapkan Sistem 15 Poin Mulai 2027
Sebelumnya, BWF resmi mengesahkan aturan sistem skor 15 poin dalam tiga gim melalui forum 87th BWF Annual General Meeting (AGM) di Horsens, Denmark.
Dalam voting tersebut, sebanyak 198 negara anggota menyetujui perubahan aturan, sementara 43 negara lainnya menolak.
Sistem baru itu dijadwalkan mulai berlaku dalam pertandingan resmi internasional pada 4 Januari 2027.
Keputusan BWF tersebut langsung memicu berbagai reaksi dari pelaku bulu tangkis dunia, termasuk mantan pemain dan penggemar yang mempertanyakan dampaknya terhadap kualitas pertandingan.
Axelsen Tetap Jadi Suara Besar Dunia Bulu Tangkis
Meski telah pensiun pada April lalu, Viktor Axelsen masih menjadi salah satu figur paling berpengaruh di dunia bulu tangkis.
Pendapatnya terkait perubahan sistem skor dinilai mewakili pandangan banyak pemain yang khawatir identitas dan karakter pertandingan bulu tangkis akan berubah drastis di masa depan.
Perdebatan mengenai sistem skor 15 poin pun diperkirakan masih akan terus berlangsung menjelang penerapan resmi pada 2027 mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)





