Grid.ID - Momen Idul Adha identik dengan berbagai hidangan berbahan dasar daging sapi maupun kambing. Mulai dari sate, gulai, tongseng, hingga rendang menjadi menu favorit keluarga saat Hari Raya Kurban.
Namun, konsumsi daging merah secara berlebihan juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh jika tidak diolah dengan tepat.
Agar tetap bisa menikmati olahan daging kurban tanpa khawatir berlebihan, ada beberapa cara sehat yang bisa diterapkan saat memasak. Selain menjaga cita rasa, langkah-langkah ini juga membantu mengurangi asupan lemak jenuh dan membuat hidangan lebih seimbang untuk tubuh.
1. Buang Lemak Berlebih Sebelum Dimasak
Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memisahkan bagian lemak yang menempel pada daging sapi atau kambing. Lemak berwarna putih yang terlihat di sela-sela daging sebaiknya dipotong sebelum proses memasak dimulai.
Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi kandungan lemak jenuh yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol. Selain lebih sehat, daging juga terasa lebih ringan saat dikonsumsi.
2. Tambahkan Sayuran dalam Menu Olahan Daging
Mengolah daging bersama sayuran menjadi pilihan tepat agar hidangan lebih bernutrisi. Sayuran kaya serat dapat membantu menyeimbangkan asupan lemak dari daging merah.
Beberapa jenis sayur yang cocok dipadukan dengan masakan daging antara lain brokoli, wortel, buncis, paprika, hingga sayuran hijau. Selain membuat makanan lebih sehat, kombinasi ini juga menambah cita rasa dan tampilan hidangan menjadi lebih segar.
Menu seperti sup daging sayur, tumis sapi brokoli, atau semur dengan tambahan wortel bisa menjadi alternatif menarik selain sate dan gulai.
3. Pilih Bagian Daging yang Rendah Lemak
Baca Juga: 3 Ide Olahan Sisa Daging Kurban Idul Adha Selain Sate dan Rendang, Lezat dan Anti Bosan
Saat menerima daging kurban atau membeli daging sapi, usahakan memilih bagian yang minim lemak. Daging dengan warna merah segar dan tidak terlalu banyak lapisan putih biasanya lebih baik untuk dikonsumsi.
Bagian daging rendah lemak cenderung memiliki kandungan kalori dan lemak jenuh yang lebih rendah. Selain itu, teksturnya juga cocok diolah menjadi berbagai menu sehat seperti sup, tumisan, hingga daging panggang.
4. Hindari Penggunaan Saus Tinggi Lemak dan Garam
Banyak orang menggunakan saus instan atau bumbu siap pakai saat memasak daging karena dianggap praktis. Padahal, beberapa produk tersebut mengandung kadar garam, gula, dan lemak cukup tinggi.
Sebagai alternatif, gunakan bumbu alami seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kunyit, lada, cabai, atau rempah-rempah segar lainnya. Selain lebih sehat, rasa masakan juga menjadi lebih autentik dan kaya aroma. Penggunaan santan berlebihan juga sebaiknya dibatasi agar hidangan tidak terlalu tinggi lemak.
5. Atur Porsi Makan dan Lengkapi dengan Buah Segar
Meski hidangan daging kurban terasa menggugah selera, konsumsi dalam jumlah wajar tetap menjadi kunci menjaga kesehatan tubuh. Mengatur porsi makan dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil dan mengurangi risiko gangguan kesehatan lainnya.
Guru Besar Pangan dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Ali Khomsan, menyarankan konsumsi daging sekitar 60–70 gram per hari agar tetap seimbang.
Selain itu, lengkapi menu dengan buah segar seperti apel, pepaya, jeruk, atau semangka. Kandungan vitamin dan serat dalam buah dapat membantu proses pencernaan sekaligus membuat tubuh terasa lebih segar setelah menyantap makanan berbahan daging.
Dengan pengolahan yang tepat, daging kurban tetap bisa dinikmati tanpa harus khawatir berlebihan terhadap kesehatan. Kuncinya adalah memilih bahan yang baik, memasak secara sehat, dan mengatur pola makan secara seimbang. (*)
Artikel Asli




