9 orang WNI yang sempat ditangkap Israel telah tiba di Indonesia dengan selamat, pada Minggu (24/5). Mereka adalah bagian dari aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) yang diintersep Israel pada Senin (18/5) di perairan internasional, lalu ditahan di penjara Ashdod.
Setelah mendapat kepastian nasib mereka, yakni ditahan di penjara Ashdod, Kemlu bergerak mengupayakan pembebasan. Kerja sama dilakukan bersama pihak GSF dan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
"Keberhasilan evakuasi dan pembebasan ini merupakan buah dari kerja keras serta koordinasi intensif yang dilakukan Pemerintah Indonesia secara berlapis. Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI terus mengoptimalkan jalur diplomasi dengan menggerakkan lima perwakilan RI di kawasan strategis, yaitu KBRI Ankara, KJRI Istanbul, KBRI Amman, KBRI Kairo, dan KBRI Roma," ujar Menlu Sugiono, saat menerima para WNI itu di Bandara Soekarno Hatta.
Ia juga berterima kasih kepada pemerintah Turki yang terlibat besar dalam pemulangan para WNI itu. Sebab, sebelum kembali ke Indonesia, para WNI itu diterbangkan ke Istanbul dulu untuk pemeriksaan kesehatan baru dipulangkan ke Tanah Air.
"Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran dan dukungannya dalam memfasilitasi proses pembebasan para WNI," kata Sugiono.
Sementara itu, Kemlu menegaskan, ini adalah bukti komitmen mereka melindungi seluruh WNI yang ada di dunia.
Terakhir, mereka juga terus mengecam langkah Israel yang begitu merendahkan martabat manusia. Hal ini tak hanya sekali, namun berulang kali.
"Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecaman kerasnya atas tindakan pencegatan kapal di perairan internasional serta perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan oleh militer Israel. Tindakan sewenang-wenang yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi dalam keadaan apa pun," pungkas Menlu.





