Jakarta: Steering Committee Global Sumud Flotilla (GSF) yang juga Koordinator Global Peace Convoy, Maimon Herawati, menegaskan bahwa dukungan dan pembelaan rakyat Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina bukan sekadar urusan solidaritas keagamaan. Langkah ini merupakan amanat konstitusi kemanusiaan sekaligus bentuk pelunasan utang budi sejarah yang mendalam sejak era awal kemerdekaan Republik Indonesia.
"Kita sebagai bangsa berutang budi kepada bangsa Palestina. Dan utang budi itu juga yang diingat oleh Presiden Soekarno, yang menegaskan bahwa pekerjaan rumah dari Konferensi Asia Afrika adalah kemerdekaan bangsa Palestina," tegas Maimon di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 24 Mei 2026.
Baca Juga :
Disiksa di Penjara Israel, Relawan GSF Tegaskan Tak GentarMaimon menyegarkan kembali memori kolektif bangsa dengan menceritakan bagaimana tokoh besar Mufti Palestina, Syekh Amin Al-Husseini, menjadi salah satu pihak pertama yang menggaungkan dukungan atas kemerdekaan RI melalui Radio Jerman di masa-masa krusial.
Tidak hanya itu, seorang saudagar media asal Palestina, Ali Taher, secara sukarela menyerahkan seluruh kekayaannya di bank demi mendanai operasional Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1948.
Pernyataan emosional mengenai utang sejarah ini mencuat di sela-sela acara penyambutan sembilan WNI relawan kemanusiaan GSF 2.0 yang baru saja dibebaskan dari penyanderaan militer Israel.
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdul Fattah Ahmad Al-Satari dan Menlu Sugiono. Foto: Metro TV/Dimas Chairullah.
Hadir dalam momentum haru tersebut, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdul Fattah Ahmad Al-Satari. Dubes Al-Satari menyalami satu per satu relawan tanah air dan melabeli mereka sebagai pahlawan kemanusiaan sejati yang berani mempertaruhkan nyawa demi menembus blokade ketat di jalur Gaza.
"Saya ingin mengatakan kepada Anda semua, kalian adalah pahlawan. Saya tahu betul bagaimana Israel, karena saya berasal dari Gaza. Saya tahu penderitaan kalian di Ashdod, tetapi kami percaya suatu hari nanti negara saya akan merdeka," ujar Dubes Al-Satari.
Dia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia yang konsisten berdiri di sisi Palestina.




