TANGERANG, KOMPAS.com - Hanan (9), anak dari Ronggo Wirasanu, salah satu warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan tentara Israel, tampak tak sabar menantikan kedatangan ayahnya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026) sore.
Berkali-kali ia menoleh ke arah pintu kedatangan internasional di ujung Lounge Haji Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Baca juga: 9 Aktivis Global Sumud Flotilla Ditahan Israel Tiba di Soetta, Menlu: Selamat Datang Kembali
Ayah Hanan merupakan satu dari sembilan WNI yang sempat ditahan tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan untuk warga Palestina melalui Global Sumud Flotilla II.
Sore ini, Ronggo Wirasanu dijadwalkan tiba bersama delapan WNI lainnya.
Baca juga: Keluarga Sambut Kepulangan 9 WNI yang Sempat Ditahan Israel di Soetta
Untuk menyambut kepulangan sang ayah, Hanan telah menyiapkan karton putih berukuran sekitar 30 x 20 sentimeter (cm) berisi pesan khusus.
“Selamat datang ayah Ronggo pahlawanku,” demikian tulisan pada karton tersebut dengan tinta hitam.
Di bawah tulisan itu, tergambar sosok pria berambut keriting dan berjenggot.
Sambil terus tersenyum, Hanan membentangkan karton tersebut sambil berdiri di barisan paling depan para penyambut.
Di lehernya tergantung botol minum biru yang terlihat tinggal setengah berisi air.
Topi bucket putih yang dikenakannya tampak serasi dengan kaus putih yang ia pakai sore itu.
Keberadaan Hanan di barisan depan menarik perhatian para jurnalis yang juga menunggu kedatangan sembilan WNI tersebut.
Saat disapa awak media, Hanan mengaku sudah sebulan tidak bertemu ayahnya.
“Enggak bertemu sudah sebulan. Senang bisa ketemu lagi,” tutur Hanan.
“Waktu ayah berangkat, aku mengantar,” lanjut dia.
Setelah menjawab pertanyaan wartawan, Hanan kembali menengok ke arah ujung Lounge Haji. Ia belum menemukan sosok ayahnya. Dengan polos, ia menyebut rombongan sembilan WNI masih bersembunyi.