Benarkah PTN Kian Agresif dalam Penerimaan Mahasiswa Baru?

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

Saat ini muncul isu persaingan tidak sehat terkait rekrutmen mahasiswa baru. Perguruan tinggi negeri dituding sangat gencar dalam menerima mahasiswa. Ini membuat jumlah mahasiswa di perguruan tinggi swasta atau PTSmmerosot. Apakah ini benar? Seperti apa datanya?  

Untuk menjawabnya, Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menganalisis data mahasiswa yang tercatat di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) periode 2014-2025. Analisis ini memberikan gambaran tentang pertumbuhan jumlah mahasiswa di kampus negeri dan swasta.  

Angkanya mengejutkan. Ada beberapa perguruan tinggi negeri (PTN) yang jumlah mahasiswanya meroket dalam satu dekade terakhir. Sebaliknya, ditemukan pula PTS yang jumlah mahasiswanya turun drastis. Padahal, PTS ini termasuk kampus besar dan berlokasi di Jakarta.  

Kami juga menganalisis cara kampus negeri memperbesar daya tampungnya untuk memperbanyak mahasiswa. Digali pula motif, alasan, serta regulasi yang melingkupi daya tampung tersebut. 

Selain itu, laporan keuangan PTN, khususnya PTN berbadan hukum (PTNBH), juga ikut dilihat. Tujuannya untuk mencari tahu apakah ada korelasi antara penambahan jumlah mahasiswa di kampus negeri dan besar kecilnya dana subsidi yang diterima dari negara.  

Selama ini, muncul kesan di sebagian masyarakat bahwa kuliah di PTN lebih oke dibandingkan dengan PTS. Kami menyelisik ini dengan mencari tahu respons dunia kerja terhadap lulusan kampus negeri dan swasta. Siapa dapat kerja lebih cepat? Gaji siapa yang lebih besar? Semua ini diketahui dari olahan data mikro Survei Angkatan Kerja Nasional Badan Pusat Statistik Tahun 2025. 

Baca JugaLebih Untungkan PTN, Pemerintah Didesak Tata Ulang Penerimaan Mahasiswa
Baca JugaPenerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri Berpotensi Malaadministrasi
Baca JugaJalur Mandiri Dioptimalkan untuk Penuhi Daya Tampung PTN

Kualitas PTS secara umum juga ikut disorot. Dalam ulasan diketahui seberapa timpang kualitas antara kampus negeri dan swasta. Kualitas ini antara lain dinilai dari akreditasi sekaligus dari riset akademik yang dilakukan tiap-tiap kampus.  

Selain menampilkan angka-angka, laporan ini juga memanggungkan kisah pengelola perguruan tinggi. Bagi kampus swasta, saat ini menjadi hari-hari yang berat. Secara umum, jumlah mahasiswa yang masuk ke swasta menurun dalam 10 tahun terakhir. Laporan ini menggambarkan seberapa serius dampak penurunan mahasiswa terhadap kampus swasta.  

Ingin tahu lebih lengkap? Silakan simak liputannya di Harian Kompas (Kompas.id). Liputan jurnalisme data tentang kondisi perguruan tinggi terbit mulai Senin (25/5/2026).  


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dubes Palestina Gandeng Tangan WNI Relawan Flotilla: Kalian Pahlawan
• 10 menit laludetik.com
thumb
Nadeo Argawinata: Borneo FC Sangat Pantas untuk Jadi Juara
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Jatuh 8,35%, Asing Net Sell Rp807 Miliar dan Rp1.190 Triliun Menguap
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Jadwal Lengkap Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026: Megawati Hangestri Absen Bela Hyundai Hillstate
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
WIKA Ungkap Penyebab Susutnya Kas di Tengah Restrukturisasi Utang 
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.