Prodia Soroti Era Baru Gut Health Testing untuk Keputusan Klinis Lebih Presisi dalam Seminar Nasional Dokter ke-20

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

PT Prodia Widyahusada Tbk menggelar edukasi ilmiah bagi tenaga medis untuk memahami perkembangan terkini dalam pemeriksaan kesehatan saluran cerna berbasis data dan teknologi diagnostik modern.

Edukasi tersebut dilaksanakan dalam bentuk Seminar Nasional Dokter ke-20 bertajuk “Integrating Innovative Gut Health Testing Into Daily Practice” yang diselenggarakan di Surabaya, pada Minggu (24/5/2026).

Antonius Erbano, Area Head Central and East Java Batara Prodia mengatakan, edukasi tersebut digelar karena gangguan saluran cerna masih menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering ditemui di layanan medis, mulai dari gangguan inflamasi, infeksi, hingga gangguan metabolik yang berkaitan dengan kesehatan usus.

“Melalui forum ilmiah ini, Prodia ingin menghadirkan ruang diskusi yang relevan dengan tantangan praktik klinis saat ini, khususnya terkait perkembangan pemeriksaan kesehatan saluran cerna yang semakin inovatif dan berbasis data,” katanya.

Tantangan dari masalah kesehatan itu, menurutnya sering tidak nampak gejala seperti diare, nyeri perut, kembung, maupun perubahan pola buang air besar, padahal penyebab dasarnya dapat berbeda dan membutuhkan pendekatan penanganan yang berbeda pula.

“Kami berharap wawasan yang dibagikan dalam seminar ini dapat membantu dokter memperoleh perspektif baru dalam memahami kondisi pasien secara lebih menyeluruh, sehingga keputusan klinis yang diambil dapat menjadi lebih tepat, personal, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien,” ujarnya.

Sejalan dengan transformasi layanan kesehatan digital, Prodia juga terus memperkuat dukungannya bagi komunitas medis melalui aplikasi Prodia for Doctor. Platform itu dirancang untuk memberikan kemudahan akses layanan, informasi pemeriksaan, informasi event untuk para dokter, program loyalitas dengan konektivitas yang lebih cepat dan praktis bagi para dokter dalam mendukung praktik klinis sehari-hari.

“Kami melihat transformasi layanan kesehatan saat ini tidak hanya berkembang melalui inovasi pemeriksaan diagnostik, tetapi juga melalui dukungan ekosistem digital yang mampu memperkuat konektivitas antara laboratorium dan tenaga medis. Melalui Prodia for Doctor, kami ingin menghadirkan kemudahan akses layanan dan informasi pemeriksaan yang lebih praktis, cepat, serta mendukung kebutuhan dokter dalam pengambilan keputusan klinis sehari-hari,” tambahnya.

Para dokter mengikuti Seminar Nasional Dokter Prodia di Surabaya pada Minggu (24/5/2026). Foto: Prodia

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang keilmuan, yaitu Prof. dr. Muhammad Miftahussurur, M.Kes., Sp.PD-KGEH., PhD., FINASIM yang membahas “Interpreting Gut Dysbiosis in Intestinal Inflammation”, dr. Dewa Ayu Liona Dewi, M.Kes., Sp.GK yang mengangkat topik “Nutritional and Metabolic Perspective in Gut and Intestinal Inflammation”, serta Amadea Risanggita Kinanthi, S.Si., M.Farm. Klin yang membahas “Fecal Biomarkers for Gut Health.” Ketiganya mengulas bagaimana kesehatan usus kini menjadi perhatian penting dalam dunia medis karena berkaitan erat dengan sistem imun, metabolisme tubuh, hingga respons inflamasi.

Berbagai pemeriksaan laboratorium juga hadir untuk membantu menjawab tantangan diagnosis gangguan saluran cerna yang kompleks. Salah satunya melalui analisis Short Chain Fatty Acid (SCFA) yang dapat memberikan gambaran mengenai keseimbangan mikrobiota usus dan kondisi inflamasi saluran cerna. Pendekatan tersebut membantu dokter memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai kondisi pasien sehingga terapi yang diberikan dapat lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

dr. Dewa Ayu Liona Dewi salah satu narasumber seminar mengatakan bahwa keseimbangan bakteri baik di dalam usus saat ini juga mm menjadi perhatian penting dalam dunia kesehatan.

Melalui pendekatan analisis microbiome, ia menyebut, dokter bisa memperoleh gambaran kondisi saluran cerna yang lebih menyeluruh. Ketidakseimbangan mikrobiota diketahui berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan seperti gangguan metabolisme, daya tahan tubuh, kesehatan mental, hingga gangguan pencernaan.

“Gangguan saluran cerna sering kali menimbulkan gejala yang mirip satu sama lain, namun penyebab dasarnya dapat sangat beragam sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda pada setiap pasien. Karena itu, pemeriksaan penunjang yang tepat menjadi penting untuk membantu dokter memahami kondisi pasien secara lebih komprehensif, sehingga terapi yang diberikan dapat lebih terarah, personal, dan meminimalkan pendekatan trial and error dalam proses pengobatan,” jelasnya.

Pendekatan tersebut juga diperkuat dengan edukasi mengenai pola makan dan gaya hidup sehat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan.

“Dengan dukungan sesi diskusi ilmiah dan pembahasan kasus klinis, diharapkan wawasan yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan dalam praktik sehari-hari,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Seminar Nasional Dokter Prodia telah diselenggarakan secara konsisten selama dua dekade sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung edukasi berkelanjutan bagi tenaga medis di Indonesia. Seminar yang kali ini hadir di Surabaya itu, menjadi bagian dari rangkaian roadshow ilmiah Prodia di berbagai kota besar di Indonesia sepanjang tahun 2026 guna mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan berbasis inovasi diagnostik modern. (ris/saf/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Orang Dekat Ungkap Sosok Dena Dessy, Istri Baru Anji
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Apakah Puasa Dzulhijjah Harus 9 Hari Penuh dan Berurutan? Simak Ketentuannya
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Pemkot Bogor: Jembatan Paledang-Pasir Jaya rampung November
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Tuduhan ART ke Erin Soal Mencekik Hingga Todongkan Pisau Terbantahkan? Rekaman CCTV Jadi Bukti Utama
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Kronologi Pemulangan 9 WNI yang Ditahan Tentara Israel
• 1 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.