Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Tantangan global yang semakin kompleks telah mendorong fungsi legal dan compliance mengambil peran yang jauh lebih strategis di dalam perusahaan.

Menurut Chief Executive Officer Hukumonline Arkka Dhiratara, kepatuhan tidak lagi dipandang semata sebagai kewajiban administratif, melainkan telah menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis dan daya saing perusahaan.

"Saat ini, legal dan compliance tidak lagi berada di belakang layar. Perannya bukan hanya memastikan perusahaan patuh terhadap regulasi, tetapi juga membantu perusahaan bergerak lebih cepat, lebih adaptif, dan lebih percaya diri di tengah perubahan," ujar Arkka dalam rangkaian Indonesia Regulatory Compliance Awards yang berlangsung di Le Méridien Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Ia menyoroti bahwa ketidakpastian geopolitik global, fragmentasi rantai pasok, perlambatan ekonomi dunia, percepatan transformasi digital dan Artificial Intelligence (AI), hingga meningkatnya tuntutan terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) transparansi, perlindungan data, dan tata kelola perusahaan telah menghadirkan tantangan regulasi yang semakin kompleks bagi dunia usaha.

Di tengah dinamika tersebut, Arkka melihat kesadaran perusahaan terhadap pentingnya budaya kepatuhan terus meningkat. Hal itu tercermin dari jumlah partisipasi IRCA 2026 yang mencapai lebih dari 130 perusahaan dari berbagai sektor industri.

Baca Juga: Bos LPS Ajak Generasi Muda Tingkatkan Literasi Finansial di Era Digital

"Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa budaya kepatuhan di Indonesia semakin berkembang menjadi bagian penting dari strategi perusahaan," katanya.

Selain menghadirkan ajang penghargaan, IRCA 2026 juga diperluas menjadi forum strategis yang lebih komprehensif melalui penyelenggaraan Regulatory Compliance Summit dan Regulatory Compliance Breakout Sessions.

Kedua forum tersebut menjadi rangkaian yang menyajikan diskusi seputar perkembangan regulasi, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, ESG, perlindungan data, hingga tantangan kepatuhan lintas yurisdiksi.

Lebih lanjut, Chief Media and Engagement Officer Hukumonline Amrie Hakim mengungkapkan, jumlah peserta IRCA 2026 meningkat 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, sebanyak 131 perusahaan dari 23 sektor industri tercatat berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Menurut Amrie, peningkatan tidak hanya terlihat dari sisi kuantitas peserta, tetapi juga kualitas implementasi kepatuhan perusahaan.

"Semakin banyak perusahaan di Indonesia yang memiliki komitmen kuat dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan standar kepatuhan, serta membangun budaya integritas yang berkelanjutan,” kata Amrie.

Baca Juga: Bank Jakarta Tegaskan Kepatuhan Regulasi Jadi Fondasi Bisnis

Amrie menegaskan, IRCA tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang penghargaan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bersama untuk mendorong lahirnya praktik kepatuhan yang lebih adaptif, strategis, dan berkelanjutan di Indonesia.

"Pada akhirnya, membangun budaya kepatuhan bukanlah pekerjaan satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh ekosistem bisnis dan tata kelola di Indonesia," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sempat Cedera, Michelle Joan Akui Tak Kapok Bermain Padel
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Eliano Reijnders Takjub Atmosfer Bobotoh Melebihi di Eropa
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Persib Resmi Jadi Raja Baru Liga Indonesia, Lewati Rekor Persipura
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Maling di Jakbar Ditangkap Warga Usai Curi 2 Hp, Motifnya Buat Judol-Beli Sabu
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
5 Fakta Gila Persib Bandung usai Juara Super League 2025/2026: Resmi Jadi Klub Tersukses di Indonesia!
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.