Film Pesta Babi Kini Bisa Ditonton Gratis di Youtube, Sudah Lebih dari 4 Juta Penayangan!

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, terus menjadi sorotan dan memicu gelombang diskusi di berbagai daerah. Di tengah ramainya pembicaraan mengenai pembubaran sejumlah agenda nonton bareng dan diskusi, antusiasme masyarakat terhadap film ini justru semakin meningkat.

Fenomena tersebut terlihat dari banyaknya permintaan pemutaran yang masuk kepada tim kreator dalam beberapa pekan terakhir. Film yang mengangkat isu masyarakat adat di Papua Selatan itu bahkan kini resmi dirilis secara gratis melalui platform YouTube agar bisa diakses lebih luas oleh publik. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Publik Diminta Tak Sederhanakan Pembangunan Papua dari Satu Sudut Pandang
Horor hingga Drama Korea Mendominasi Mei 2026, The Mummy Versi Baru Jadi Sorotan

Kabar penayangan daring tersebut diumumkan melalui akun Instagram @watchdoc_insta. Dalam unggahannya, pihak kreator menyebut film ini tayang lewat kolaborasi sejumlah media dan organisasi.

“Film Pesta Babi kini resmi tayang online di YouTube melalui kolaborasi Redaksi JubiTV, Watchdoc Documentary, Greenpeace Indonesia, Bentala Rakyat, Indonesia Baru, dan LBH Papua Merauke,” tulis keterangan unggahan tersebut, dikutip Minggu 24 Mei 2026. 

Keputusan merilis film secara online disebut menjadi langkah penting setelah tingginya minat masyarakat untuk menggelar nonton bareng atau nobar di berbagai kota. Selama sekitar 40 hari masa penayangan komunitas, para pembuat film mengaku menerima lebih dari 11 ribu permintaan pemutaran.

Dari ribuan permintaan tersebut, hampir 1.700 agenda nobar berhasil terlaksana di berbagai tempat. Jumlah itu membuat film dokumenter ini menjadi salah satu tontonan diskusi publik yang paling ramai dibicarakan dalam beberapa waktu terakhir.

Sutradara Dandhy Laksono menilai layar-layar kecil dari agenda nobar telah berubah menjadi ruang alternatif untuk bertukar gagasan di tengah berbagai hambatan yang muncul.

“Ketika ruang publik makin sempit oleh konglomerasi media, algoritma, dan buzzer, layar-layar kecil itu menjelma jadi ruang berbagi gagasan. Terima kasih untuk semua yang terus menjaga ruang ini tetap hidup,” tambah pernyataan itu.

“Tetap lanjut nobar dan diskusinya,” pungkasnya.

Tak lama setelah dirilis di YouTube Redaksi JubiTV, film Pesta Babi langsung mencuri perhatian publik digital. Penayangannya bahkan disebut nyaris menembus dua juta views dalam waktu kurang dari 24 jam.

Baca Juga :
Hal Ini jadi Sorotan Tokoh Masyarakat Sipil Usai Nobar Film Pesta Babi
Tribut Menyentuh untuk Kim Sae Ron di Festival Film Cannes 2026, Sutradara Dora Tak Kuasa Menahan Tangis
Review Star Wars: The Mandalorian and Grogu, Petualangan Ringan dengan Nostalgia Kuat tapi Tetap Menghibur

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kecelakaan di Tol Paspro, Anggota DPR PKB Gus Hilman Lewati Masa Kritis
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Kepala BP BUMN Minta PTPN Setop Proses Hukum Kakek Mujiran
• 7 jam laludetik.com
thumb
Long Weekend, Jadwal Keberangkatan Whoosh Diperpanjang hingga Pukul 22.25 WIB
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Dosen Kedokteran UC Luncurkan Buku, Angkat Refleksi di Tengah Rutinitas Modern
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pembangunan Sekolah Rakyat di Katingan Rampung Bulan Depan, Tampung 1.000 Siswa
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.