BEI Kantongi Pipeline 11 Calon Emiten dengan Aset Besar

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 11 perusahaan berskala aset besar mengantre untuk melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Jumlah ini mendominasi dari total 15 perusahaan yang kini berada dalam pipeline pencatatan saham Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa sampai dengan saat ini terdapat 15 perusahaan yang berada dalam daftar tunggu atau pipeline pencatatan saham.

Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan perusahaan dengan kepemilikan aset bernilai jumbo. Bila merujuk pada klasifikasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), sebanyak 11 perusahaan yang mengantre merupakan perusahaan aset skala besar dengan nilai di atas Rp250 miliar.

Sementara itu, sisa antrean diisi oleh 4 perusahaan dengan aset skala menengah atau berada di rentang Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Di sisi lain, BEI mencatat belum ada perwakilan dari kelompok perusahaan aset skala kecil dengan nilai di bawah Rp50 miliar dalam pipeline saat ini.

Hingga 22 Mei 2026, otoritas bursa baru merealisasikan pencatatan satu emiten baru di awal tahun berjalan dengan total dana yang dihimpun Rp300 miliar.

Dari data BEI, minat korporasi berskala besar dan menengah ini tersebar cukup merata, dengan motor utama datang dari sektor konsumer dan kesehatan.

Baca Juga

  • Pelemahan Rupiah Bayangi Prospek Emiten Kesehatan 2026
  • IHSG Terangkat ke Zona Hijau, Harga Saham Emiten Batu Bara Mulai Pulih
  • Rekomendasi Saham Emiten Buyback, ADRO-MIKA Masuk Radar Analis

Sektor consumer non-cyclicals, barang konsumen nonprimer (consumer cyclicals), dan sektor kesehatan masing-masing menyumbang 3 calon emiten.

Selanjutnya, sektor infrastruktur dan teknologi mengekor dengan masing-masing menempatkan 2 perusahaan. Adapun sektor energi serta sektor keuangan masing-masing menyumbang 1 calon emiten baru.

Sebaliknya, beberapa sektor masih absen dari permohonan IPO kali ini, seperti sektor bahan baku, industri, properti, serta transportasi dan logistik.

Sebelumnya, BEI memberikan sinyal adanya calon emiten sektor hiburan dengan perolehan dana jumbo yang tengah bersiap melakukan IPO.

Nyoman mengungkapkan calon emiten tersebut memiliki karakteristik bisnis hiburan riil dan bergerak di bidang edukasi satwa atau kebun binatang. Namun, otoritas bursa belum bersedia membeberkan identitas perusahaan tersebut.

“Bukan production house, tetapi itu terkait dengan secara riil dapat kita nikmati hiburannya. Artinya, kalau dari sisi anak-anak ingin kita edukasi, ada kebun binatangnya, itu kan relatif secara riil bisa kita lihat,” ujar Nyoman saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Nyoman menambahkan, nilai indikatif penghimpunan dana dari calon perusahaan tercatat ini merupakan yang paling jumbo di antara seluruh perusahaan yang saat ini berada di dalam pipeline pencatatan saham BEI.

Bahkan, jika dibandingkan dengan calon emiten lain di sektor serupa seperti production house (PH) yang juga mengantre untuk melantai, nilai emisi dari perusahaan hiburan pengelola kebun binatang ini diperkirakan jauh lebih masif.

"Yang production house tentunya ada, tetapi kalau kita bandingkan proceed-nya, yang ini tiga kali lipat," pungkas Nyoman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla yang Ditahan Israel Kembali ke Tanah Air
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
TNI AL Mengaku Berhasil Panen Kedelai 4 Ton Per Hektare
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kelompok Orang yang Sebaiknya Nggak Ikuti Pola Diet IF
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemkot Bogor: Jembatan Paledang-Pasir Jaya rampung November
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Kesuksesan Persib Bukti Profesionalitas Manajemen Tanpa Campur Tangan Pemerintah
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.