Kesaksian Relawan WNI Saat Ditahan Tentara Israel: Saya Dipukul, Diinjak, dan Disetrum

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com - Rahendro Herubowo, salah satu relawan Global Sumud Flotilla, mengaku mengalami kekerasan fisik, mulai dari dipukul hingga disetrum, saat ditahan tentara Israel di perairan Mediterania.

Pria yang akrab disapa Heru itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (24/5/2026), bersama delapan relawan warga negara Indonesia lainnya.

Heru menceritakan, awalnya ia dibawa dari kapal Ozgurluk yang ditumpanginya menuju kapal milik Israel.

"Jadi pertama kali kita diculik, kita dibawa ke kapal penjara ya, itu kapalnya lumayan besar. Nah, dari awal kita masuk itu kita sudah start awal kita mulai menghadapi penyiksaan," ujar Heru di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu.

Baca juga: “Masih Ngumpet”, Polosnya Hanan Tunggu Ayahnya Pulang dari Tahanan Israel

"Pertama kita ditelungkupkan, lalu tiba-tiba ada air mengalir sehingga badan kita basah kan. Nah terus, dari situ kita ke administrasi mereka, kita menyerahkan paspor, ditanya kapal apa yang sedang kita tumpangi," jelasnya.

Setelah itu, para relawan WNI dan relawan dari berbagai negara diminta masuk ke sebuah ruangan transisi yang terbuat dari kontainer.

Baca juga: Menlu Kembali Kecam Penahanan 9 WNI oleh Israel, Sebut Langgar Hukum Internasional

Di ruangan itulah, kata Heru, para tahanan mulai mengalami penyiksaan.

Heru mengaku dipukuli di bagian kepala dan tubuh hingga terjatuh.

"Saya dipukul kepala, enggak tahu berapa kali. Terus badan depan, belakang, dan saya jatuh. Juga sempat diinjak. Terakhir saya disetrum sehingga akhirnya saya teriak cukup kencang, baru mereka akhirnya melepaskan," lanjut dia.

Selain mengalami kekerasan fisik, Heru mengatakan para tahanan juga diborgol dengan sangat kencang.

Tentara Israel juga sempat memainkan borgol yang mengikat tahanan. Bahkan, ketika tahanan berjalan, ada tentara yang menendang hingga jatuh.

Heru menuturkan, para tahanan sempat diberi konsumsi berupa dua potong roti dan air minum dalam jumlah terbatas. Namun, sebagian besar tahanan memilih melakukan aksi mogok makan.

"Tapi karena kondisi saya agak menurun, saya terpaksa makan paling sehari cuma seperempat. Jadi kita puasa lah bisa dibilang selama di tahanan itu," ungkap Heru.

Setelah ditahan selama lima hari, para tahanan akhirnya dibawa ke kantor imigrasi Israel.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun sebelum itu, mereka diminta berjongkok dan dijemur di bawah terik matahari sekitar pukul 12.00 siang waktu setempat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polres Jakpus Gelar Operasi Cipkon, 11 Orang Beserta Senjata Tajam dan Narkoba Diamankan
• 9 jam laluokezone.com
thumb
China Dominasi Malaysia Masters 2026 dengan Raih Tiga Gelar Juara
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Jembatani Alumni Magang Nasional ke Dunia Kerja, Kemnaker Siapkan Program Estafet Karir 
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Pengguna Kendaraan Listrik di Jawa Barat Melonjak, SPKLU Naik 400 Persen
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Timo Scheunemann Sebut Kompetisi Usia Dini Jadi Kunci Pembinaan Sepak Bola Putri
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.