Merasa Dijebak dan Diperdaya soal Pesta Babi, Mama Yasinta Moiwend Buka Suara

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Tokoh masyarakat adat Papua, Yasinta Moiwend, mengaku dijebak dan diperdaya sehingga tanpa sepengetahuannya ikut berperan dalam film Pesta Babi yang kini jadi sorotan luas.

Perwakilan masyarakat adat Marind di Merauke, Papua Selatan, itu memastikan dirinya tidak pernah memperoleh tawaran atau permintaan resmi untuk berperan dalam film Pesta Babi.

BACA JUGA: Merasa Dikelabui Pesta Babi, Mama Sinta Kini Dukung Food Estate di Papua Selatan

Oleh karena itu, Mama Yasinta menyerukan peredaran film yang disutradarai Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale tersebut.

“Saya kaget, ditampilkan saya di film (Pesta Babi, red). Apa saya boneka atau ukiran Asmat, ditampilkan tanpa sepengetahuan saya dan izin saya. Saya kecewa sekali,” kata Yasinta, dilansir dari video pernyataannya, Minggu, (25/5/2026).

BACA JUGA: Menjaga Ruang Pertemuan Rakyat: Di Balik Nobar Pesta Babi dan Antek Asing

Mama Yasinta menegaskan dirinya tidak pernah diwawancara. Perempuan paruh baya itu juga tidak pernah mengizinkan dirinya ditampilkan dalam film tersebut. 

“Saya tidak wawancara, mereka yang buat, mama tidak tau. Mama tidak kasih izin, untuk buat film itu, saya sumpah demi Tuhan, tidak tahu jam berapa mereka buat film Pesta Babi itu,” lanjutnya.

BACA JUGA: Food Estate Wanam Papua Selatan tak Terkait Pesta Babi

Yasinta menceritakan pada awalnya dirinya bersama kelompok masyarakat adat Marind diajak oleh pria bernama Aris untuk menyuarakan penolakan atas pembukaan lahan oleh pemerintah di Papua.

Namun, tanpa menyangka, Yasinta mengaku dijebak dan dimanfaatkan untuk terlibat dalam film berjudul Pesta Babi.

Yasinta juga mempertanyakan foto-foto dirinya yang dimuat, bahkan dijadikan ikon poster film Pesta Babi yang sudah beredar luas di masyarakat.

Dia menegaskan tidak pernah ada pihak yang meminta izinnya untuk penggunaan foto wajahnya di poster itu. 

“Akhirnya saya sudah telanjur viral di mana-mana sampai mereka sudah buat film Pesta Babi tanpa izin dari saya, tanpa sepengetahuan dari saya. Itu yang saya kecewa sekali sekarang dengan mereka," tuturnya.

Yasinta mengaku baru sadar telah dimanfaatkan karena tidak mendapatkan apa-apa dari film yang proses pengambilan gambarnya tidak pernah dibicarakan dengannya itu. 

Menurut Yasinta, dirinya sudah enam kali ikut penerbangan pergi pulang Merauke–Jakarta dan tiga kali Merauke–Makassar tanpa tahu maksud maupun tujuannya diajak ke ibu kota. 

“Saya diajak ke Jakarta enam kali. Di atas pesawat saya panik, ini mau apa. Sampai Jakarta, mereka ajak saya Demo Kamisan, minta saya bersuara menolak PSN (Proyek Strategis Nasional). Karena terpengaruh, saya ikut saja, tetapi sekarang, saya sadar, saya tidak mau ikut tolak PSN lagi,” tutur Yasinta.

Meski sudah ikut enam kali penerbangan pergi pulang Merauke–Jakarta dan tiga kali Merauke–Makassar, Yasinta mengaku tidak pernah diberi bantuan atau uang. Dia juga mengaku tidak tahu bahwa kepergiannya itu dalam rangka pembuatan film Pesta Babi.

"Yang saya dapat cuma capeknya saja. Mereka fasilitasi, jadi kalau mereka fasilitas terus uang duduknya cuma Rp 2 juta, Rp 1,5 juta itu saja yang kami dapat dari mereka, LBH Pusaka," katanya.

“Saya dijebak, dimanfaatkan oleh mereka. Jadi, saya minta film Pesta Babi untuk dihentikan. Tidak ada izin dan sepengetahuan saya. Harus dihentikan film itu,” pungkas Yasinta.(ray/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terungkap! Hubungan Wanita Tewas di Bogor dengan Pelaku Ternyata Berteman
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Arahan Kapolda Metro, Gerakan Jaga Jakarta Bersih Dimulai di Polres Jakpus
• 9 jam laludetik.com
thumb
Polisi soal Mobil Gus Hilman Tabrak Truk di Tol Paspro: Sopir Ngantuk
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Viral Video Pedagang Es Krim CFD Ditertibkan Satpol PP, Warga Coba Membela
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Sekelompok Pria di Jakpus Aniaya Pemuda dan Petugas SPBU, Polisi Cek
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.