JAKARTA, KOMPAS.TV - Pertumbuhan mobilitas masyarakat perkotaan mendorong peningkatan signifikan jumlah pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) dalam satu dekade terakhir.
Data KAI menunjukkan, jumlah perjalanan penumpang KRL naik dari 257 juta perjalanan pada 2015, menjadi 401 juta perjalanan pada 2025.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, lonjakan lebih dari 140 juta perjalanan tersebut mencerminkan semakin besarnya ketergantungan masyarakat urban terhadap transportasi berbasis rel, khususnya di kawasan Jabodetabek.
Di sisi lain, pertumbuhan mobilitas yang terus meningkat, membuat kebutuhan penguatan elektrifikasi perkeretaapian menjadi semakin penting.
Baca Juga: AHY: Pemerintah Kaji Pengembangan DDT Jakarta-Cikarang, Jalur Baru dan Reaktivasi Rel Kereta
“Ketika jumlah perjalanan KRL terus meningkat, kebutuhan daya listrik juga ikut bertambah," kata Anne dalam siaran pers, dikutip Minggu (24/5/2026).
Anne memaparkan, frekuensi perjalanan KRL harian juga mengalami peningkatan. Pada 2015 jumlah perjalanan KRL tercatat sebanyak 881 perjalanan per hari, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 1.063 perjalanan per hari.
Bogor Line menjadi lintas dengan frekuensi perjalanan tertinggi mencapai 299 perjalanan per hari. Sementara Bekasi Line mencatat 232 perjalanan dan Serpong Line sebanyak 204 perjalanan per hari.
Anne melanjutkan, semakin rapat headway perjalanan KRL maka kebutuhan pasokan listrik juga semakin besar.
Baca Juga: Ini Sanksi Pelanggar Relasi Kereta: Denda 2 Kali Tiket dan Dilarang Naik hingga 180 Hari
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Antara
- kereta listrik
- krl commuterline
- pt kai
- perjalanan krl
- elektrifikasi
- sumber listrik krl





