Cerita 5 Hari Heru di Penjara Israel: Ditelanjangi, Disetrum, Diteror Granat

liputan6.com
1 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta terlihat berbeda dari biasanya pada Minggu (24/5/2026) sore. Tampak sejumlah keluarga, kerabat, hingga relawan menyambut sembilan WNI yang sempat ditangkap Israel ketika menjalani misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, salah satunya Rahendro Herubowo alias Heru.

Senyum lega dan haru pecah saat para relawan tiba dari pintu kedatangan internasional. Mereka disambut dengan kemeriahan sebagai rasa syukur bisa kembali ke tanah air dengan selamat.

Advertisement

BACA JUGA: Bekas Borgol di Tangan Andre Jadi Saksi Misi Kemanusiaan ke Gaza

Namun, dibalik sambutan hangat, ada luka dan pengalaman yang tak akan pernah dilupakan oleh Heru dan yang lainnya. Dia bersama aktivis GSF diculik secara paksa oleh tentara Israel di laut mediterania timur.

Kala itu, mereka sedang berlayar menuju Palestina dengan membawa kebutuhan makanan maupun obat-obatan untuk warga Gaza, hingga kemudian diblokade oleh Israel.

Di sana, Heru mengalami langsung kekerasan yang selama ini hanya ia dengar. Di ruang sempit dengan puluhan relawan lainnya, Heru harus bertahan di suhu dingin dengan pakaian seadanya.

"Tidur saja sulit dan kondisi suhu di atas kapal itu kan dingin. Kita ditelanjangin semua yang di badan kita itu, ada boleh pakai kaos dalam yang tipis banget," ungkap Heru kepada wartawan.

Heru masih ingat betul momen saat pertama kali dirinya ditangkap. Ia diminta tentara Israel tidur telungkup menghadap ke bawah.

Dalam posisi tersebut, bukan tangan yang menopang tubuhnya, melainkan kepala agar tubuhnya tidak jatuh.

"Air ngalir di kapal itu sengaja kita dibikin basah," jelas dia.

Tentara Israel pun mengambil seluruh paspor para relawan GSF yang diculik. Heru menuturkan, mereka dimasukan di sebuah ruangan eksekusi sebelum bertemu rombongan lainnya.

Kepala dan badan dipukul, diinjak ketika jatuh, bahkan disetrum, menjadi bagian dari tindakan keji tentara Israel kepada Heru dan aktivis lainnya. Ia harus berteriak sekencang mungkin supaya setruman tersebut dapat lepas dari tubuhnya.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga BBM di India Naik Lagi, Warga Diimbau Tak Panic Buying
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Sidang Praperadilan, Kubu Eks Gubernur Lampung Hadirkan Ahli Pakar Hukum Tata Negara
• 42 menit lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Ancam Cabut Izin KBIHU yang Bandel Jelang Puncak Haji
• 23 jam laluokezone.com
thumb
BMKG Minta 12 Wilayah Siaga Hujan Lebat Minggu 24 Mei, Jakarta Masuk Daftar
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
DK3P Jatim Dorong Transformasi Budaya K3 dan Antisipasi Pidana Korporasi
• 6 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.