REPUBLIKA.CO.ID,Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan skema khusus bagi jamaah haji lansia, penyandang disabilitas, dan jamaah dengan risiko kesehatan tinggi saat pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Musyrif Diniyah PPIH Arab Saudi, Haris Muslim, mengatakan seluruh jemaah dengan kondisi khusus tetap wajib menjalani wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah karena merupakan rukun utama haji yang tidak dapat ditinggalkan.
Baca Juga
Perjalanan Ibunda Menjemput Putra Tercinta
Tak Ingin Trauma Gempa Jogja 2006 Terulang, Pelajar DIY Dibekali Simulasi Bencana
Ini Skema Murur dan Tanazul Terbaru pada Pelaksanaan Armuzna 2026
“Dengan skema apa pun mereka tetap harus berada di Arafah agar hajinya sah,” kata Haris Muslim di Makkah.
Menurut Haris, syariat Islam memberikan kemudahan bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik maupun penyakit tertentu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji lainnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Ia menjelaskan, dalam fikih terdapat kaidah bahwa kesulitan dapat mendatangkan kemudahan. Karena itu, jemaah lansia, disabilitas, maupun penderita penyakit berisiko tinggi diperbolehkan menyesuaikan pelaksanaan ibadah sesuai kondisi kesehatan mereka.
PPIH Arab Saudi menetapkan lima kategori jemaah uzur yang mendapatkan layanan khusus saat Armuzna, yakni jemaah dengan penyakit risiko tinggi, lansia, penyandang disabilitas, obesitas, dan pendamping mereka.
Infografis Bacaan Doa yang Bisa Dibaca Jamaah Haji saat Wukuf di Arafah - (Dok Republika)