FAJAR, GOWA — Departemen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia” bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kabupaten Gowa di UPT SMAN 9 Gowa.
Kegiatan tersebut dihadiri ketua departemen Sastra Indonesia, sekretaris departemen, para guru besar, dosen Sastra Indonesia, Kepala UPT SMAN 9 Gowa, pengurus MGMP Bahasa dan Sastra Indonesia SMA Kabupaten Gowa, serta guru-guru Bahasa dan Sastra Indonesia se-Kabupaten Gowa.
Kepala UPT SMAN 9 Gowa, Tajuddin, menyampaikan rasa bangga dan terhormat atas kehadiran tim pengabdian dari Unhas di sekolahnya.
“Suatu kehormatan bagi saya didatangi jas merah, kebanggaan Sulawesi Selatan dan Indonesia. Ini menjadi asa dan harapan bagi peserta didik kami untuk bisa melanjutkan pendidikan ke Unhas,” ujarnya.
Tajuddin mengungkapkan, banyak alumni SMAN 9 Gowa yang berhasil diterima di Unhas melalui jalur prestasi maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
“Anak saya sendiri lulusan Hubungan Internasional Unhas. Saya merasakan kebahagiaan dari hasil karya pendidikan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan dosen melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, guru Bahasa Indonesia harus terus memperkuat kompetensi serta membangun budaya berbagi ilmu pengetahuan.
“Kami menerima dengan senang hati kegiatan ini. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi manusia lainnya. Ilmu jika disebarkan akan memberikan manfaat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas, Muslimat, mengatakan kegiatan tersebut dilatarbelakangi pentingnya menjaga posisi Bahasa dan Sastra Indonesia di tengah perkembangan global.
“Bahasa Indonesia saat ini sudah menuju bahasa internasional, sehingga harus terus kita bina dan kembangkan bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Teknologi dinilai mampu mendorong proses belajar yang lebih kreatif, kritis, dan inovatif, namun juga dapat membawa dampak negatif apabila tidak digunakan secara bijak.
“Karya-karya sastra yang kita miliki sesungguhnya menjadi sumber nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Nilai-nilai itu harus terus kita gali, kita kembangkan, dan kita temukan makna yang terkandung di dalamnya,” katanya.
Menurut Muslimat, penggunaan media digital seperti internet dan media sosial harus diiringi dengan kesadaran berbahasa yang santun, terutama di kalangan pelajar SMA yang aktif menggunakan platform digital.
“Yang paling penting dalam pembelajaran bahasa adalah persoalan kesantunan berbahasa. Cara berbahasa di media sosial tentu dapat memengaruhi cara mereka berkomunikasi dengan orang tua, teman, maupun lingkungan sekitar,” jelasnya.
Ia menegaskan, kehadiran tim dosen Unhas bukan untuk menggurui para guru, melainkan menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang lebih efektif dan bermanfaat.
“Harapannya, kualitas pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dapat menjadi lebih baik dan meningkat,” tuturnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA Kabupaten Gowa, Arifuddin, menyebut kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi para guru.
“Secara pribadi dan organisasi, kami bangga dan terhormat atas kehadiran jaket merah dari salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan MGMP bersama Departemen Sastra Indonesia Unhas menjadi kesempatan berharga bagi para guru untuk memperluas wawasan dan berbagi ilmu pengetahuan.
“Kegiatan ini menjadi satu kesyukuran bagi kita semua. Mari mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh agar manfaatnya dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah,” katanya.
Kegiatan PKM tersebut berlangsung dalam dua sesi diskusi. Sesi bahasa dimoderatori Prof. Dr. Nurhayati, M.Hum. dengan narasumber Prof. Muhammad Darwis, Dr. Ikhwan M. Said, M.Hum., dan Prof. Dr. Asriani Abbas, M.Hum.
Sementara sesi sastra dimoderatori Prof. Dr. AB. Takko Bandung, M.Hum. dengan pemateri Dr. Inriati Lewa, M.Hum., Dr. Dra. St. Nursa’adah, M.Hum., serta Faisal Oddang. (*/)





