Sektor 1 Mekkah Matangkan Pergerakan ke Arafah, Jemaah Diminta Patuhi Jadwal

suarasurabaya.net
18 jam lalu
Cover Berita

Sektor 1 Makkah mematangkan persiapan pergerakan jemaah calon haji Indonesia menuju Arafah menjelang puncak ibadah haji. Proses pemberangkatan jemaah dijadwalkan berlangsung bertahap mulai 8 Dzulhijjah atau Senin (25/5/2026).

Mayor Iman Romansyah Ketua Sektor 1 Makkah, meminta seluruh ketua kloter dan jemaah memperhatikan jadwal keberangkatan serta berkoordinasi dengan bidang transportasi agar proses mobilisasi berjalan lancar.

Imam meminta pada H-6 jam jemaah sudah bersiap untuk berangkat ke Arafah. Kemudian pada H-2 jam, jemaah laki-laki sudah mengenakan ihram, dan H-1 jam seluruh jemaah diminta turun ke lobi hotel sesuai rombongan masing-masing.

Ia menegaskan, niat ihram haji sudah dilakukan sejak berada di hotel sebelum keberangkatan menuju Arafah.

Selain itu, jemaah diimbau membawa barang seperlunya dan dilarang membawa koper kabin selama proses Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).

Menurut Iman, setiap tahun masih ditemukan banyak barang tercecer akibat bawaan jemaah yang terlalu berat sehingga akhirnya ditinggalkan di perjalanan.

Setibanya di Arafah, jemaah akan langsung diarahkan menuju tenda yang telah dibagi berdasarkan nama dan kloter masing-masing.

Iman juga menyoroti pentingnya disiplin penempatan tenda agar tidak terjadi klaim sepihak seperti yang sempat viral di media sosial pada musim haji sebelumnya.

Pergerakan jemaah menuju Arafah ditargetkan rampung pada pukul 23.00 waktu Arab Saudi.

Sementara itu, saat pelaksanaan wukuf pada 9 Dzulhijjah atau Selasa (26/5/2026), tim Amirul Hajj dijadwalkan mendampingi jemaah dan berkeliling ke tenda-tenda.

Terdapat tiga tim Amirul Hajj yang dipimpin sejumlah pejabat pemerintah. Tim KH Ahmad Dahlan dipimpin Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan Menteri Haji dan Umrah RI. Tim KH Hasyim Asy’ari dipimpin Dahnil Anzar Simanjuntak Wakil Menteri Haji dan Umrah. Sedangkan tim HOS Cokroaminoto dipimpin Muhaimin Iskandar Menko Pemberdayaan Masyarakat.

Usai wukuf, jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah mulai pukul 18.00 waktu Arab Saudi secara bertahap menggunakan bus yang telah disiapkan.

Iman mengingatkan jemaah agar sudah berada di dalam bus setidaknya satu jam sebelum keberangkatan untuk menghindari keterlambatan dan penumpukan.

Ia juga menjelaskan bahwa di Arafah terdapat dua titik halte keberangkatan yang dibedakan berdasarkan skema layanan jemaah.

Halte sisi kanan diperuntukkan bagi jemaah dengan skema murur, yakni jemaah yang hanya melintas di Muzdalifah tanpa turun atau mabit. Skema ini diprioritaskan bagi lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah risiko tinggi.

Sedangkan halte sisi kiri digunakan bagi jemaah yang menjalani mabit atau bermalam di Muzdalifah sebelum menuju Mina.

Iman berharap seluruh jemaah mematuhi skema pergerakan yang telah ditetapkan agar proses ibadah berjalan tertib, aman, dan lancar tanpa penumpukan di jalur Armuzna. (saf/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tangis WNI Relawan Flotilla Pecah Saat Cerita Diinjak dan Disetrum Israel
• 20 jam laludetik.com
thumb
AS Klaim Ada Kemajuan Soal Pembukaan Selat Hormuz "Tanpa Pungutan"
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Heboh Video Pocong Teror Warga Grobogan Jateng, Polisi Pastikan Hoax
• 13 jam laludetik.com
thumb
Jemaah Indonesia Diminta Jaga Stamina Hadapi Jarak Jauh di Jalur Jamarat
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Harga Emas Antam Naik Rp 30 Ribu, Jadi Rp 2.803.000 per Gram Hari Ini
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.