EtIndonesia. Demonstrasi besar-besaran pecah di ibu kota Spanyol pada Sabtu (23/5/2026). Puluhan ribu warga turun ke jalan menuntut Perdana Menteri Pedro Sánchez mengundurkan diri. Para demonstran juga menyerukan pemilu baru untuk mengakhiri kendali pemerintahan sayap kiri.
Pada hari itu, puluhan ribu orang membawa spanduk bertuliskan “Menurunkan Perdana Menteri Pedro Sánchez adalah prioritas negara” dan “Bubarkan mafia sosialis”, sambil berbaris di jalan-jalan Madrid.
“Kami berkumpul di sini hari ini untuk menuntut persatuan Spanyol dan hak yang setara bagi rakyat Spanyol. Kami ingin mengakhiri berbagai tindakan sewenang-wenang dari kaum kiri. Spanyol harus mengutamakan kepentingan rakyat,” ujar Wakil regional Castilla-La Mancha, Celestino del Teso.
Gelombang protes yang diberi nama “Pawai Martabat” ini berkaitan dengan serangkaian skandal korupsi yang melibatkan kubu Sánchez.
Pada Selasa, sekutu penting Sánchez sekaligus mantan Perdana Menteri Spanyol, José Luis Rodríguez Zapatero, diselidiki atas dugaan transaksi kekuasaan dan uang. Meskipun Zapatero membantah melakukan pelanggaran hukum, pemerintahan Sánchez kini menghadapi tekanan besar.
Selain itu, istri Sánchez, Begoña Gómez, mulai diselidiki sejak April 2024. Bulan lalu, pengadilan memutuskan Gómez bersalah atas tuduhan korupsi. Saudara laki-laki Sánchez, David Sánchez, juga menghadapi berbagai tuduhan seperti penyalahgunaan kekuasaan dan penggelapan dana publik.
“Spanyol sudah jatuh ke titik terendah, dan penyebab utamanya adalah Perdana Menteri Sánchez. Dia harus mundur. Membersihkan para kaki tangannya saja tidak cukup, karena bos mereka masih menguasai Spanyol,” ujar anggota organisasi “Forward Freedom” dari wilayah Asturias, Marta Sanz.
Hubungan dekat Sánchez dengan pemerintah Tiongkok juga membuat kalangan bisnis dan oposisi merasa khawatir.
Dalam empat tahun terakhir, Sánchez telah empat kali mengunjungi Tiongkok dan mendorong perluasan perdagangan dengan Tiongkok. Ia memandang pemerintah Tiongkok sebagai mitra strategis, bukan lawan ekonomi dan politik.
Baru-baru ini, dalam konflik Iran, Sánchez juga menolak mengizinkan pesawat tempur Amerika Serikat mendarat di Spanyol. Publik khawatir meningkatnya gesekan dengan pemerintah AS dapat membuat Spanyol membayar harga yang mahal.
“Kami menyerukan pemilu segera untuk menyelesaikan masalah ini sekali dan untuk selamanya. Biarkan rakyat Spanyol yang memutuskan, dan sekarang juga usir kelompok kriminal ini dari kekuasaan,” ujar anggota Partai Vox dari Castilla-La Mancha, David Moreno.
Laporan gabungan reporter NTDTV, Tang Li.





