Nabung Rp95 Ribu Bisa Jadi Rp1 Miliar, Kok Bisa?

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Suasana kelas 'Cuan Sebelum 25: Level Up Finansial dan Investasi Bareng Livin' by Mandiri' bersama VP Wealth Management Group Bank Mandiri, Pratomo Setiaji Kendarto dan AVP Retail Deposit Product & Solution Group Bank Mandiri Risdianto dalam acara Jogja Financial Festival 2026 di JEC, Sabtu (25/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Yogyakarta, CNBC Indonesia - Ternyata generasi muda hanya perlu menyisihkan sekitar Rp95 ribu per bulan sejak usia 21 tahun untuk memiliki dana Rp1 miliar pada usia 55 tahun.

Sebagaimana diketahui, financial freedom atau kebebasan finansial menjadi dambaan generasi muda yang mulai merencanakan masa depan sejak dini.

Sebagai perbankan terintegrasi, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menawarkan berbagai fasilitas yang diklaim dapat membantu generasi muda mencapai tujuan tersebut.


Vice President Wealth Management Group Bank Mandiri Pratomo Setiaji Kendarto mengatakan langkah utama untuk mencapai financial freedom adalah memiliki tujuan keuangan yang jelas sejak awal.

Menurut dia, setelah target ditetapkan, generasi muda perlu mulai berinvestasi sedini mungkin agar dana yang ditempatkan dapat bertumbuh dalam jangka panjang.

"Kalau kita ingin punya Rp1 miliar saham di umur 55 tahun, saya hanya perlu nabung Rp95 ribu per bulan di umur 21 tahun. Itu nanti akan tumbuh 14% di reksa dana pasar saham hingga Rp1 miliar," ujar Pratomo yang kerap disapa Tomi dalam Educational Class (Educlass) Jogja Financial Festival 2026, di Yogyakarta, Sabtu, (23/5/2026).

Menurut dia, jika target keuangan yang sama baru dimulai dalam usia yang lebih matang, maka jumlah dana yang harus disisihkan setiap bulan akan jauh lebih besar. Karena itu, ia menekankan bahwa waktu terbaik untuk mulai berinvestasi adalah sedini mungkin.

Baca: 6 Money Personality yang Bisa Bikin Kamu Cuan di 2026

Selain saham dan reksa dana saham, Pratomo mengatakan generasi muda juga dapat memilih instrumen yang lebih konservatif seperti reksa dana pendapatan tetap yang berinvestasi pada surat utang pemerintah. Instrumen ini dinilai memiliki risiko lebih rendah, meski potensi imbal hasilnya tidak setinggi instrumen saham.

Ia menegaskan bahwa investasi merupakan salah satu kunci untuk mencapai financial freedom, dengan catatan setiap orang harus menyesuaikan pilihan instrumen dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing. Menurut dia, generasi muda saat ini memiliki banyak pilihan untuk mulai membangun kebebasan finansial sejak dini.

Sementara itu, AVP Retail Deposit Product & Solution Group Bank Mandiri Risdianto mengatakan langkah menuju financial freedom tidak hanya dimulai dari investasi, tetapi juga dari kebiasaan menabung dan pengelolaan keuangan yang baik. Hal ini dinilai penting di tengah tantangan generasi muda yang semakin dekat dengan gaya hidup konsumtif dan derasnya arus informasi digital.

Menurut dia, digitalisasi memang memberikan kemudahan, tetapi juga memiliki sisi lain seperti paparan informasi yang keliru hingga dorongan untuk memenuhi kebutuhan yang bukan prioritas. Karena itu, Bank Mandiri menghadirkan Livin' by Mandiri.

"Keunggulannya Livin' by Mandiri itu one stop solution. Jadi kita itu coba membuat nasabah mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi itu bisa melakukan apapun kebutuhan keuangannya lewat aplikasi Livin' by Mandiri," jelas Risdianto.

Di antara kemudahan itu antara lain, pembukaan rekening, transaksi harian, tarik tunai tanpa kartu, hingga fitur cashless withdrawal memungkinkan nasabah melakukan tarik tunai di ATM tanpa menggunakan kartu debit, cukup dengan kode transaksi.

Selain itu, keunggulan Livin' by Mandiri juga terletak pada akses investasi yang dapat dilakukan langsung melalui aplikasi, mulai dari pembelian saham hingga reksa dana. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya terbiasa menabung, tetapi juga dapat mulai berinvestasi untuk mengejar target financial freedom di masa depan.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Bank Mandiri Cetak Laba Rp 15,4 Triliun di Kuartal I-2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sisi Lain Fenomena Blackout di Sumatera, Pedagang Lilin Laris Manis
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ribuan Bobotoh Kumpul di Kawasan Gedung Merdeka, Teriakan Juara Bergema
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Evaluasi Ringkas Persik di BRI Super League 2025/2026 Versi Arthur Irawan: Performa Sudah Oke, tapi Fisik Memble
• 1 jam lalubola.com
thumb
Timwas Haji DPR Soroti Kesiapan Armuzna Jelang Puncak Haji | KOMPAS PAGI
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
9 WNI yang Sempat Ditahan Israel Akhirnya Tiba di Tanah Air
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.