FAJAR, MAROS — Nahas dialami lima orang pengunjung Gunung Manrolo, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros.Pasalnya mereka, dilaporkan tersambar petir, Minggu, 24 Mei 2026 saat tengah berada di Gunung Manrolo.
Akibat insiden ini satu orang diantaranya dikabarkan meninggal dunia tersambar petir.Camat Tompobulu, Hamril Ilham, saat dikonfirmasi mengatakan satu orang diantaranya sudah dipastikan meninggal dunia akibat insiden tersebut. Korban diketahui bernama Fausan, warga Daya.
“Yang pasti satu orang meninggal,” singkatnya.Sementara teman-teman korban lainnya kata dia, masih shock akibat insiden ini.”Teman kepolisian juga masih sementara kumpulkan keterangan lebih lanjut,” jelasnya.
Pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai proses evakuasi korban meninggal dunia ini.”Kami masih menunggu updatenya, karena di kampung terdekat dari lokasi tidak ada jaringan,” akunya.
Menurutnya, proses evakuasi masih terkendala cuaca buruk. Hujan yang masih mengguyur kawasan gunung membuat tim belum bisa memastikan apakah korban sudah berhasil dievakuasi atau belum.”Belum ada info pasti apakah sudah bisa dievakuasi atau belum dari gunung karena disana juga hujan,” akunya.
Akses komunikasi di lokasi juga menjadi kendala karena tidak adanya jaringan telepon seluler.Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros, Towadeng, mengatakan timnya sudah bergerak ke lokasi kejadian.
“Tim sudah sementara menuju ke lokasi. Informasi awal, ada lima pendaki tersambar, satu orang sudah dinyatakan meninggal dunia dan sementara proses evakuasi,” jelasnya.
Dia menjelaskan, lokasi tersebut sebetulnya bukan jalur resmi pendakian. Namun pesona Tompobulu yang menyimpan banyak keindahan membuat pengunjung nekat datang.”Ini bukan jalur pendakian umum dan tidak dibuka secara resmi. Tapi biasanya anak muda banyak yang mengeksplor tempat tempat wisata,” ungkapnya.
Menurutnya, kejadian ini juga belum sepenuhnya terdata oleh pemerintah setempat. Informasi awal diperoleh dari laporan warga, termasuk Ketua RT.”Kami masih mengumpulkan infornasi, karena sinyal di lokasi juga sulit. Laporan awal masuk dari masyarakat setempat,” katanya.
Towadeng menambahkan, proses penanganan masih terkendala kondisi malam hari sehingga tim terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan warga sekitar.Ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar tetap waspada. Mengingat saat ini sudah memasuki musim pancaroba. (rin)





