REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kurang dari sepekan menjelang Idul Adha 2026, kebutuhan sapi kurban di Kabupaten Sleman ternyata masih belum tercukupi. Pemkab mencatat masih ada kekurangan sekitar 5.000 lebih ekor sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat hari raya kurban.
Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Sleman, Rofiq Andrianto, mengakui kebutuhan hewan kurban di Sleman setiap tahun memang cukup tinggi. Berdasarkan data, estimasi kebutuhan hewan kurban tahun ini mencapai 9.235 ekor sapi, 3.050 kambing, dan 15.750 domba.
- Pastikan Keamanan Daging Kurban, Petugas Diterjunkan ke-26 Kecamatan di Majalengka
- Daya Beli Hewan Kurban Melemah, IDEAS: Masyarakat Pilih Kambing yang Lebih Murah
- Sebelum Dilimpahkan ke Kejaksaan, Polisi Buru Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha Yogya
Namun, stok yang tersedia saat ini baru sekitar 3.854 sapi, 4.002 kambing, dan 7.811 domba. Ini artinya, Sleman masih kekurangan sekitar 5.381 sapi dan 7.939 domba. Sementara stok kambing justru surplus sekitar 952 ekor.
"Per Senin kemarin, kebutuhan sapi kurang sekitar 4.500-5.000 ekor. Harapan kami, ada lalu lintas perdagangan yang tetap kita buka," kata Rofiq, Jumat (22/5/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}Rofiq mengatakan, kekurangan sapi tersebut sedang diupayakan dapat dipenuhi melalui distribusi ternak dari sejumlah daerah sentra peternakan di luar DIY, seperti Kulon Progo, Purworejo, hingga Klaten. Menurut dia, pedagang hewan kurban memang cenderung menunda pengiriman ternak hingga mendekati Idul Adha untuk mengurangi risiko kerugian akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Pihaknya juga optimistis kekurangan sapi masih bisa dipenuhi menjelang hari penyembelihan. Terlebih, pasar hewan Gamping masih akan menggelar satu kali pasaran lagi pada 25 Mei mendatang.
"H-3 atau bahkan H-1 ada sapi yang masuk, sehingga kekurangan yang hampir 4.500-5.000 bisa tercukupi. Kebetulan pasar hewan Gamping nanti masih ada 1 kali pasaran di tanggal 25 Mei mendatang," ucap Rofiq.




