Dulu orang Indonesia lebih sering memakai kata 'bekas' untuk mereka yang pernah menduduki posisi tertentu. Jadi, sebelum ada mantan pacar, orang memakai bekas pacar. Lalu, siapa penemu mantan?
Sebelum memasuki era 1980-an, orang Indonesia masih memakai kata bekas untuk menggambarkan status posisi seseorang. Seperti misalnya bekas istri, bekas presiden, bekas jenderal, bekas menteri atau bekas mantan.
Tapi nuansa yang ada ketika mendengar kata bekas, orang mulai merujuk pada benda/barang. Kata bekas kemudian dianggap kurang pantas atau kesannya seperti merendahkan.
Dikutip dari laman Kemendikdasmen, maka pada tahun 1984 muncul kata pengganti bekas. Seorang budayawan dari Universitas Sriwijaya, Ahmad Bastari Suan mengusulkan kata mantan dalam majalah Pembinaan Bahasa Indonesia.
Kata mantan ini merupakan serapan dari bahasa Basemah, Komering, dan Rejang. Arti mantan dalam bahasa tersebut 'tidak berfungsi lagi'.
Dalam bahasa Basemah ada bentuk penggawe mantan 'eks pegawai; pegawai yang tidak berfungsi lagi', ketip mantan 'eks khatib; khatib yang tidak berfungsi lagi', dan penghulu mantan 'eks penghulu; penghulu yang tidak berfungsi lagi'.
Di dalam bahasa Jawa, ada kata manten yang arti dan bentuknya bertalian juga dengan mari dan mantun, yang diambil dari bahasa Jawa Kuno dengan makna 'berhenti'. Misalnya, dalam bahasa Jawa Kuna, ada mariyapanas (1) 'berhenti ia dari kemarahan', (2) 'berhentilah dari kemarahan' dan manten angucap 'berhenti berkata'.
(rdp/imk)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5490355/original/083815500_1770008905-Screenshot_2026-02-02_at_12.04.13.png)



