Sovereign cloud dinilai jadi kebutuhan perusahaan di era digital

antaranews.com
16 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kebutuhan perusahaan terhadap layanan sovereign cloud dinilai terus meningkat di tengah perkembangan digital dan meningkatnya perhatian terhadap keamanan data serta kepatuhan regulasi.

Berdasarkan riset EY, sebanyak 79 persen organisasi di Indonesia kini memprioritaskan inisiatif sovereign cloud sebagai bagian dari strategi teknologi mereka, terutama terkait keamanan data, kepatuhan regulasi, dan kontrol terhadap infrastruktur digital.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, PT Arupa Cloud Nusantara menjalin kerja sama dengan Civo untuk menghadirkan platform sovereign cloud berbasis Kubernetes di Indonesia.

"Indonesia merupakan pasar digital yang berkembang sangat pesat, dan organisasi kini semakin membutuhkan infrastruktur cloud yang tidak hanya memiliki kemampuan teknologi yang kuat, tetapi juga transparan dan relevan dengan kebutuhan lokal,” ujar Mark Boost, CEO Civo Mark Boost dalam rilis pers yang diterima, Minggu.

Baca juga: Teknologi AI Google Cloud bantu produksi konten kreator profesional

Platform tersebut dikembangkan menggunakan pendekatan cloud-native dan teknologi Kubernetes ini menghadirkan layanan managed Kubernetes dan infrastruktur komputasi yang dirancang untuk mendukung penyediaan yang lebih cepat serta operasional cloud yang lebih sederhana.

Hal tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan mempercepat penyebaran aplikasi, meningkatkan skalabilitas, dan mengoptimalkan efisiensi operasional cloud.

"Bersama Arupa, kami menghadirkan platform sovereign cloud di Indonesia yang memberikan fleksibilitas dan kontrol lebih besar bagi perusahaan dalam mengembangkan kapabilitas digital mereka." Kata Boost.

Dihimpun dari sejumlah sumber, sovereign cloud adalah layanan penyimpanan dan komputasi awan (cloud) yang dirancang secara khusus agar mematuhi undang-undang, peraturan, dan kedaulatan data di wilayah atau negara tertentu.

Sementara Kubernetes adalah platform sumber terbuka (open-source) untuk mengelola dan menjalankan aplikasi berbasis container.

Baca juga: Mentransformasi kesehatan dan sains kehidupan melalui Agen AI

Dalam kerja sama ini, Arupa akan menyediakan dukungan lokal, layanan implementasi, serta pendampingan terkait kebutuhan kepatuhan regulasi bagi organisasi di Indonesia.

Dengan pengalaman dalam layanan cloud dan pengelolaan platform teknologi, Arupa akan membantu pelanggan mengadopsi Kubernetes dan pendekatan cloud-native sesuai kebutuhan bisnis lokal.

CEO Arupa Cloud Nusantara Reza Kertadjaja mengatakan kolaborasi tersebut memperkuat pilihan infrastruktur cloud bagi organisasi di Indonesia.

“Dengan menggabungkan keahlian lokal dan platform sovereign cloud, kami ingin membantu perusahaan membangun kapabilitas digital yang lebih transparan, scalable, dan selaras dengan perkembangan ekosistem teknologi Indonesia," ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong adopsi infrastruktur modern di Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem cloud yang lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan pasar lokal.

Arupa Cloud Nusantara merupakan perusahaan penyedia layanan cloud dan teknologi di Indonesia, sementara Civo merupakan penyedia platform sovereign cloud dan AI.

Baca juga: Google Cloud nilai Indonesia pasar menyeluruh untuk ekosistem digital

Baca juga: Perpaduan Komputasi Awan dan AI: TeraBox Tawarkan Platform Produktivitas Terpadu


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keberuntungan Gemini di Akhir Mei 2026
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Citadel Season 2: Hubungan Priyanka Chopra dan Richard Madden Makin Rumit
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Prediksi BMKG Potensi Awan Cumulonimbus 25-31 Mei 2026, Ini Daftar Wilayah dengan Risiko Tinggi
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Kasus Wanita di Pati Kabur Jelang Akad Nikah, Pria Minta Ganti Rugi Rp 30 Juta
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Keberlakuan Permenkum 5/2026: Inklusivitas atau Kompleksitas Daftar Merek UMKM
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.