REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Wajah baru dekat kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta kini hadir lewat Plataran Senopati. Area yang dulunya dipakai sebagai tempat parkir, kini disulap menjadi pusat kuliner dengan konsep ala night market seperti di luar negeri, namun tetap menghadirkan cita rasa khas Jogja melalui angkringan yang menghadirkan berbagai macam sate, nasi, gorengan, minuman jahe, ronde, dan berbagai sajian lainnya.
Plataran Senopati ini menjadi alternatif baru bagi wisatawan maupun warga lokal yang ingin menikmati suasana kuliner sore hingga malam di pusat kota. Koordinator Pelaksana Plataran Senopati Andi Erwanto menjelaskan setidaknya ada 33 lapak yang turut menjajakan dagangannya. Seluruhnya merupakan eks pengelola parkir dan beberapa pedagang lapak serta pedagang asong yang sebelumnya beraktivitas di Taman Parkir Senopati.
Sleman Masih Kekurangan 5.000 Lebih Sapi Kurban Jelang Idul Adha 2026
Atas Perintah Sultan, Garebeg Besar Tahun Ini Digelar Sederhana, Pareden Hanya Dibagikan untuk Abdi
Andi mengaku dia sempat belajar dari pedagang yang ada di Pendopo Lawas Alun-Alun Utara. Lalu, dia bagikan ilmunya kepada pedagang yang lain. Modal awal didapatkan dari iuran pedagang. "Iuran dari 68 orang Rp 1,5 juta terkumpul Rp 102 juta lalu kita izin untuk buatkan seperti ini," kata Andi, Ahad (4/5/2026). .rec-desc {padding: 7px !important;} Konsep yang diusung tidak hanya mengedepankan suasana, tetapi juga penataan dan kebersihan. Andi mengatakan makanan yang dijual merupakan titipan dari UMKM maupun hasil produksi pedagang dan dipastikan tanpa aktivitas memasak di lokasi.
Ia menyebut Plataran Senopati sebagai night market-nya Jogja, karena menggabungkan suasana kuliner malam modern dengan menu tradisional angkringan.
"Iya (night market-nya Jogja), kami berharap ramai pengunjung karena lokasinya cukup strategis dengan wisatawan," ujarnya. "Plataran Senopati ini buka dari pukul 16.00 sampai 23.00 WIB," ucapnya.