Bisnis.com, SEMARANG — Investasi logam mulia tidak hanya terbatas pada emas. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang yang semakin melirik perak sebagai instrumen alternatif karena harganya yang relatif lebih terjangkau, serta memiliki potensi pertumbuhan nilai dalam jangka panjang.
Tak hanya itu, terdapat sebagian orang yang tertarik berinvestasi pada perak karena langkah ini menjadi cara untuk memastikan bahwa mereka memiliki mata uang yang tidak dapat terkikis oleh inflasi akibat pencetakan uang atau kebijakan Federal Reserve yang berpotensi merusak. Di sisi lain, banyak orang yang melihat investasi perak sebagai penyimpanan nilai di masa-masa yang tidak pasti.
Namun, sebelum mengambil langkah untuk berinvestasi, penting untuk memahami berbagai hal terkait investasi perak. Mengutip dari laman Dealfin dan Bankrate, Minggu (24/5/2026), berikut ini informasi terkait investasi perak mulai dari cara memulai hingga tips aman untuk menyimpannya.
Cara untuk Berinvestasi PerakUntuk memulai investasi emas, terdapat sejumlah metode investasi yang dapat dipilih. Namun, masing-masing metode ini memiliki kelebihan dan kekurangannya yang berbeda. Berikut ini cara paling populer untuk berinvestasi perak:
1. Investasi Fisik (Batang dan Koin)Cara paling populer untuk berinvestasi perak adalah membelinya dalam bentuk batangan dan koin investasi. Secara umum, batangan perak memiliki premi yang lebih rendah di atas harga pasar daripada koin, sehingga lebih cocok untuk investasi lebih besar. Akan tetapi, koin seringkali memiliki likuiditas yang lebih baik dan lebih mudah dijual kembali di kemudian hari.
Salah satu keuntungan berinvestasi perak dalam bentuk fisik adalah kepemilikan nyata. Anda tidak perlu bergantung pada bank atau lembaga keuangan, yang menjadi faktor penting bagi banyak investor.
2. Dana ETFCara kedua yang dapat dilakukan adalah berinvestasi perak melalui ETF yang bisa melacak harga perak dan diperdagangkannya di bursa saham seperti saham biasa. Keuntungan dari metode investasi ini adalah pembelian dan penjualan yang cepat, dan tidak perlu menyimpan logam tersebut itu sendiri.
3. Saham Perusahaan PertambanganMetode investasi perak yang bisa dilakukan selanjutnya adalah berinvestasi melalui saham perusahaan yang menambangkan logam mulia. Nilai saham-saham pada perusahaan ini seringkali naik bersamaan dengan harga emas dan perak, tetapi juga bergantung pada biaya produksi, kinerja perusahaan, dan kondisi pasar secara keseluruhan.
4. Platform Investasi DigitalPlatform investasi digital menjadi metode terbaru dalam melakukan investasi perak. Metode ini memungkinkan Anda untuk membeli sebagian perak fisik yang disimpan di brankas profesional. Cara kerja investasi ini hampir mirip dengan membeli saham atau mata uang kripto.
5. Kontrak Berjangka PerakKontrak berjangka perak merupakan cara yang cukup menarik untuk mulai berinvestasi di pasar perak karena tingginya tingkat leverage yang tersedia dalam kontrak berjangka.
Dalam metode ini, Anda hanya perlu menginvestasikan modal yang relatif kecil untuk memiliki posisi yang relatif besar dalam perak. Jika harga berjangka perak bergerak ke arah yang benar, Anda akan menghasilkan banyak uang dengan cepat, tetapi Anda juga bisa kehilangan uang tersebut jika salah prediksi.
Cara Terbaik untuk Berinvestasi PerakMengutip dari Dealfin, salah satu cara atau strategi terbaik untuk berinvestasi perak adalah melakukan pembelian secara bertahap. Melalui cara ini, Anda disarankan untuk membeli perak secara teratur dari waktu ke waktu daripada melakukan satu pembelian besar. Cara ini dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan jika membeli pada waktu yang salah.
Selain itu, Anda perlu memerhatikan ukuran yang tepat dalam berinvestasi perak fisik. Batangan atau koin yang lebih kecil, seperti satu ons troy, lebih mudah dijual di kemudian hari. Sementara batangan yang lebih besar biasanya memiliki premi yang lebih rendah di atas harga spot, yang membuatnya lebih efisien untuk investasi jangka panjang. Oleh karena itu, banyak dari para investor memilih untuk menggabungkan berbagai ukuran perak.
Keuntungan Investasi PerakPerak dapat menjadi bagian berharga dari portofolio investasi karena bisa menggabungkan permintaan investasi dengan penggunaan industri. Perak sendiri banyak digunakan dalam elektronik, baterai, panel surya, dan teknologi modern lainnya.
Memiliki volatilitas yang lebih tinggi, membuat perak berpotensi memberikan imbal hasil yang lebih besar. Tak hanya itu, perak juga menjadi salah satu logam mulia yang memiliki harga lebih terjangkau, sehingga cocok dipilih oleh investor pemula yang ingin membangun portofolio secara bertahap.
Waktu Terbaik untuk Berinvestasi PerakMengutip dari laman Money, para ahli investasi menyarankan untuk tidak mencoba memprediksi pergerakan pasar saat membeli atau menjual perak. Sebaliknya, saat berencana untuk membeli perak dalam jangka waktu tertentu, Anda dapat menggunakan teknik seperti dollar-cost averaging untuk mengurangi fluktuasi harga di pasar perak yang mungkin akan Anda alami.
Saat berinvestasi perak, Anda tidak boleh menganggap ini sebagai investasi jangka pendek terutama ketika berencana untuk membeli koin atau batangan perak fisik. Logam mulia kurang likuid dibandingkan saham, obligasi, atau reksa dana, dan pedagang logam mulia juga cenderung menaikkan harga perak yang mereka jual. Hal ini berarti nilai perak kemungkinan besar harus naik sebelum Anda dapat mencapai titik impas.
Tips Aman Menyimpan PerakDalam berinvestasi perak fisik, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam menyimpannya. Perak berbentuk batangan atau koin sebaiknya disimpan di tempat yang aman, kering, dan terlindung dari kelembapan untuk mengurangi risiko kerusakan maupun perubahan warna pada permukaan logam.
Untuk tempat penyimpanan, perak dapat disimpan di brankas pribadi, safe deposit box bank, atau layanan penyimpanan profesional. Selain untuk menjaga keamanan aset, melakukan penyimpanan perak fisik dengan baik dapat membantu mempertahankan kondisi perak sehingga tetap memiliki nilai saat akan dijual kembali.
Bukti pembelian hingga sertifikat keaslian perak fisik juga perlu untuk disimpan dengan aman. Dokumen tersebut dapat mempermudah proses verifikasi dan meningkatkan kepercayaan calon pembeli saat perak akan dijual kembali.





