Jakarta, tvOnenews.com - Seorang pemuda berinisial MIM (22) dilaporkan hilang setelah tersapu arus kuat di aliran Kali Bekasi, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.
Hingga Minggu (24/5), tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran intensif untuk menemukan keberadaan korban yang hilang sejak Sabtu sore tersebut.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengungkapkan bahwa strategi pencarian kini dibagi ke dalam beberapa sektor. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap sudut aliran sungai terpantau dengan maksimal.
"Basarnas bersama unsur SAR gabungan melakukan upaya pencarian dengan metode penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang aliran Kali Bekasi hingga radius enam kilometer dari lokasi kejadian, agar proses pencarian lebih efektif dan menjangkau area yang lebih luas," kata Desiana dalam keterangan resminya, Minggu.
Peristiwa memilukan ini bermula pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, MIM berniat menyeberangi sungai menuju titik lokasi memancing.
Namun, kondisi fisik yang diduga kelelahan saat berada di tengah sungai membuat pemuda tersebut kehilangan kendali, apalagi debit air sungai sedang mengalami peningkatan.
Menurut keterangan sejumlah saksi di lokasi, MIM sempat terlihat berusaha bertahan dan mengapung hingga sejauh 50 meter dari titik awal ia menyeberang.
Namun, derasnya arus akhirnya membuat korban tenggelam dan menghilang dari pandangan mata.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai instansi. Puluhan personel dikerahkan untuk mempercepat proses penemuan dan evakuasi korban.
Selain Unit Siaga SAR Bekasi (Basarnas), unsur-unsur yang terjun ke lapangan meliputi BPBD Kota Bekasi, Polsek Jatiasih, Satpol PP, serta berbagai organisasi potensi SAR seperti KORGAD Rescue, SAR MTA, Semut Rescue, Baznas Bekasi, hingga AWIBB Rescue.
Tim terus bersiaga dan melakukan pemantauan di sepanjang jalur sungai guna menemukan titik terang keberadaan korban. (ant/dpi)




