Saham Janjikan Potensi Keuntungan? Ini Kata Trader Profesional

cnbcindonesia.com
18 jam lalu
Cover Berita
Foto: Stock Enthusiast, Michael Yeoh saat menyampaikan pemaparan dalam sesi Educational Class di acara Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Yogyakarta, CNBC Indonesia - Berinvestasi saham memang menjanjikan potensi keuntungan yang menarik bagi tiap investor. Namun, lantaran saham merupakan instrumen yang juga penuh risiko, investor harus memiliki mental yang kuat.

Investor dan Trader Profesional, Michael Yeoh mengatakan, salah satu hal pertama yang perlu diperhatikan oleh pemula yang mau masuk ke pasar saham adalah berdamai dengan dirinya sendiri terlebih dahulu.

Dalam hal ini, tiap investor ataupun trader harus memperkuat mentalnya dulu. Jangan sampai ada sifat-sifat seperti suka balas dendam, tidak mau kalah, dan egois. Sebab, dinamika pasar saham bisa membuat orang-orang yang berinvestasi di sana bakal dibuat bersikap humble atau justru mentalnya hancur.


"Kalau sampai dibikin humble, artinya kamu bakal berkembang, karena orang yang humble itu dia pasti mau belajar. Kalau orang yang kena mental, marah-marah, ya ujung-ujung mungkin bakal seperti saya, 5 tahun yang dari awal saya buka rekening sampai 5 tahun ke depan," ungkap dia dalam sesi Edu Class bertema Kalau Punya Rp10-100 Juta Hari Ini, Akan Ditaruh di Mana, ditulis Minggu (24/5/2026).

Michael sendiri telah memiliki pengalaman panjang dalam melakukan investasi dan trading saham. Namun, tidak semua pengalaman tersebut menyenangkan. Dia bahkan mengaku, sempat mengalami lonjakan keuntungan portofolio dari modal awalnya Rp 10 juta menjadi Rp 100 juta dalam tiga tahun, namun kemudian kembali menyusut menjadi Rp 10 juta pada tahun kelima.

Baca: BNI Tekankan Pentingnya Integritas Dalam Manajemen Keuangan

Kegagalan tersebut disebabkan rasa percaya diri yang berlebihan dari Michael dalam menghadapi pasar yang sedang bullish, sehingga ia menerapkan strategi yang salah. Ia pun sempat ingin berhenti menjadi investor lantaran sadar bahwa pasar saham sulit ditaklukan.

Namun, akhirnya Michael memutuskan mengevaluasi kesalahannya, yakni terkait mental dalam mengelola keuangan dan portofolio investasi.

"Akhirnya saya temukan satu hal, saya jual terlalu cepat. Dan akhirnya saya coba revisi itu bahwa yang salah itu bukan bursanya, bukan sahamnya, bukan analisanya, tapi mental saya yang terlalu takut," pungkas dia.

Kini, Michael telah menjadi investor dan trader saham sukses dengan nilai portofolio yang diperkirakan mencapai Rp 58 miliar.

Baca: OJK Ungkap Rahasia Agar Hari Tua Sejahtera


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Jurus BPD Perkuat Bisnis Saat Biaya Logistik Naik & Rupiah Lesu

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Erling Haaland Raih Sepatu Emas Liga Inggris 2025/26
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Lima Pendaki Tersambar Petir di Gunung Monrolo, Satu Orang Tewas Saat Dokumentasi di Puncak
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Kesaksian Herman, Seorang WNI yang Dapat Penyiksaan Saat Ditahan Israel
• 23 jam laluliputan6.com
thumb
Resmi Diumumkan, Begini Cara Cek Kelulusan SNBT 2026 dan Langkah Selanjutnya Jika Lolos
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Foto: Gedung Hotel Ambruk di Filipina, Pencarian Korban Masih Berlangsung
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.