Jakarta, VIVA – China semakin serius menyiapkan era baru di dunia kerja, di mana robot humanoid diproyeksikan akan bekerja berdampingan dengan manusia di berbagai sektor industri. Untuk mewujudkan hal tersebut, negara itu kini membangun pusat-pusat pelatihan khusus yang bertugas “mengajari” robot agar mampu menjalankan pekerjaan layaknya manusia.
Di berbagai pusat pelatihan robot di China, manusia kini memiliki tugas baru sebagai instruktur robot. Mereka mengajarkan mesin berbasis AI cara bergerak, menyusun barang, melayani pelanggan, hingga melakukan pekerjaan rumah tangga.
Fenomena ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah China untuk mendominasi pasar teknologi global dan rantai pasok industri masa depan. Setelah kendaraan listrik dan kecerdasan buatan atau AI menjadi fokus utama, robot humanoid kini masuk dalam daftar prioritas pengembangan hingga 2030.
Kenneth Ren, konsultan teknologi asal China, menjadi salah satu sosok yang terlibat langsung dalam proyek tersebut. Ia bekerja di Humanoid Robot Data Training Center di Beijing, sebuah fasilitas pelatihan robot yang didukung pemerintah kota.
“Kami pada dasarnya sedang mengajari robot untuk berpikir sendiri,” kata Kenneth Ren, sebagaimana dikutip dari CNBC, Senin, 25 Mei 2026.
Ren membantu menjalankan fasilitas yang oleh media pemerintah China disebut sebagai “sekolah robot humanoid”. Tujuannya adalah mempersiapkan robot agar tidak lagi sekadar menjadi alat hiburan, tetapi benar-benar bisa bekerja di dunia nyata.
Pusat pelatihan tersebut merupakan bagian dari jaringan fasilitas serupa yang tersebar di berbagai wilayah China. Di tempat itu, robot dilatih menghadapi berbagai situasi kerja menggunakan simulasi lingkungan nyata.
Salah satu instruktur di pusat pelatihan itu adalah Fudi Luo, mantan guru seni yang kini mengajarkan robot cara menyortir barang di jalur produksi pabrik. Dengan bantuan kamera, motion capture, dan alat pengendali gerak, Luo bersama instruktur lain membimbing robot AI melakukan tugas tertentu secara berulang-ulang sampai robot mampu mempelajarinya sendiri.
“Pada awalnya robot tidak memiliki pemahaman apa pun, jadi saya harus mengendalikannya secara manual. Tetapi setelah gerakan saya menghasilkan data, robot akan belajar dan kemudian dapat melakukan tugas itu sendiri,” ujar Luo.





