Menlu Sugiono: Penahanan Relawan GSF oleh Israel Langgar Hukum Internasional

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Tangerang, VIVA – Pemerintah Indonesia kembali mengecam tindakan kekerasan dan penahanan terhadap relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 menuju Jalur Gaza oleh pasukan Israel pada 19 Mei 2026 yang dinilai melanggar hukum internasional.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan, tindakan terhadap relawan dan aktivis kemanusiaan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional.

Baca Juga :
Di Tengah Upaya Damai AS-Iran, Netanyahu Disebut Was-Was dengan Langkah Trump
Global Sumud Flotilla Tempuh Jalur Hukum Terhadap Israel

“Ini merupakan pelanggaran hukum internasional karena masyarakat sipil sedang menjalankan bantuan kemanusiaan ke Palestina,” katanya.

Ia menegaskan tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan itu tidak boleh terulang dan harus segera dihentikan.

Menurut Sugiono, misi yang dilakukan para relawan GSF merupakan kegiatan kemanusiaan untuk membantu warga Palestina di Gaza dan bukan tindakan yang melanggar hukum.

“Ini adalah tindakan yang tidak boleh terulang kembali,” ujarnya.

Sugiono juga menyampaikan pemerintah Indonesia berhasil memulangkan sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta pelayaran GSF 2.0 yang sempat ditahan otoritas Israel.

Ia mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah negara sahabat, khususnya Pemerintah Turki.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang ikut dalam misi kemanusiaan ini,” katanya.

Sembilan WNI peserta pelayaran GSF 2.0 tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu sore, setelah menjalani proses pemulangan dari Israel.

Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI melakukan evakuasi sebagai bentuk perlindungan terhadap warga negara Indonesia.

Para WNI tersebut diterbangkan menggunakan maskapai Emirates dari Istanbul menuju Dubai pada Sabtu 23 Mei pukul 19.35 waktu setempat.

Selanjutnya, mereka melanjutkan penerbangan dari Dubai menuju Jakarta pada Minggu 24 Mei pukul 04.10 dan tiba di Indonesia pukul 15.30 WIB. (Ant)

Baca Juga :
Relawan Flotilla Indonesia Bongkar Perlakuan Tak Menyenangkan Saat Ditahan Militer Israel
Presiden Iran Tegaskan Semua Keputusan Negara Harus Disetujui Mojtaba Khamenei
Menlu AS Sebut Kabar Baik soal Iran Bisa Muncul dalam Beberapa Jam ke Depan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Magang Berbayar atau Eksploitasi Berkedok Pengalaman?
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
BFI RUN 2026 Tembus 10 Ribu Pelari, Ada Tiket ke Sydney dan Yokohama Marathon
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bruno Fernandes Pecahkan Rekor Assist Liga Inggris di Musim 2025/26
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kementerian PKP Ungkap Modus Developer Nakal Manipulasi Data Calon Debitur
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Petrokimia Gresik Perkuat Wilayah Kerja Ketapang, Berpotensi Tambah Pasokan Gas 30–35 MMSCFD
• 20 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.