Diduga Mabuk Anggota Polisi Ngamuk dan Rusak Warung di Garut, Berakhir Masuk RS Usai Dipukuli Warga

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Rekaman video yang memperlihatkan seorang oknum polisi tengah ngamuk dan membuat keonaran di Jalan Letjen Ibrahim Adjie, Selasa (19/5/2026) sore viral di media sosial. Diduga pelaku tengah dalam pengaruh minuman keras (miras).

Dalam rekaman terlihat, warga meminta agar oknum polisi tersebut meletakkan senjata tajam yang tengah dipegangnya. Mereka pun meminta kepada pelaku agar tidak merusak warung-warung pedagang.

Namun, oknum polisi tersebut tetap mengamuk dan menantang para warga. Tidak lama berselang, seorang warga berhasil merobohkan oknum polisi tersebut hingga tergeletak tak berdaya di pinggir jalan.

Para warga yang kesal dengan aksi oknum tersebut langsung memukul dan menendang pelaku secara membabi buta. Pelaku dilaporkan mengalami sejumlah luka hingga harus dirawat di rumah sakit.

.rec-desc {padding: 7px !important;} Informasi yang dihimpun, pelaku pun mendatangi kediaman anggota DPR RI Ade Ginanjar mencari yang bersangkutan dengan ngamuk-ngamuk. Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adi membenarkan tentang peristiwa oknum polisi mengamuk di jalanan di Garut. Ia mengatakan kasus telah diserahkan ke Provos Polda Jawa Barat mengingat yang bersangkutan anggota Polda Jabar.

"Kasus diserahkan ke Provos Polda Jabar, itu ada luka (pelaku) kena massa udah dirawat," ucap dia saat dihubungi, Kamis (21/5/2026).

Ia mengatakan pihaknya baru dapat mewawancarai pelaku setelah terlebih dahulu mendapatkan perawatan medis. Namun, tidak lama berselang langsung diserahkan ke Polda Jabar.

Adi mengatakan pelaku mengaku akan bertanggung jawab mengganti kerusakan sejumlah warung yang dirusaknya. "Untuk kerusakan yang ditimbulkan mau diganti," ungkap dia.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BGN Bantah soal Jalur Berbayar untuk Pengajuan Titik Dapur MBG
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Beasiswa MOE 2026, Cek Info Lengkapnya di Sini Buat Kamu yang Incar Kuliah di Taiwan
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
11 Orang di Jakpus Ditangkap Usai Kedapatan Bawa Sajam-Obat Terlarang
• 10 jam laludetik.com
thumb
Dedi Mulyadi Siapkan Bonus untuk Persib, Bobotoh Diminta Rayakan Kemenangan dengan Dewasa
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Menilik Gang Venus Tambora yang Dulu Tanpa Matahari, Kini Lebih Terang
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.