Niat Puasa Tarwiyah Sekaligus Puasa Senin, Teks Arab & Artinya serta Keutamaan

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
Niat Puasa Tarwiyah Sekaligus Puasa Senin, Teks Arab & Artinya serta KeutamaanNasional | inews | Senin, 25 Mei 2026 - 00:55Dengarkan Berita

JAKARTA, iNews.id - Niat puasa tarwiyah sekaligus puasa Senin bisa diamalkan umat Islam secara berbarengan dan mendapat dua pahala sekaligus.

Tahun ini, puasa tarwiyah jatuh bertepatan hari Senin, 25 Mei 2026, yang juga merupakan waktu utama menjalankan pusaa sunnah. Puasa tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan tanggal 8 Dzulhijjah. Sedangkan puasa Arafah dilaksanakan tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa ini dianjurkan bagi umat muslim agar dapat turut merasakan nikmatnya seperti yang dirasakan oleh para jemaah haji. Namun, bagi jemaah haji haram hukumnya untuk berpuasa di hari Arafah 9 Dzulhijjah.

Istilah tarwiyah berasal dari kata tarawwa yang artinya membawa bekal air. Hal itu karena pada hari tersebut, para jamaah haji membawa banyak bekal air zam-zam untuk persiapan arafah dan menuju Mina. Mereka minum, memberi minum ontanya, dan membawanya dalam wadah. Sedangkan Arafah merujuk pada tempat wukuf yang merupakan puncak ibadah haji di Padang Arafah.

Baca Juga:DPR: Tarik Pajak di Selat Malaka Bakal Timbulkan Konflik Baru

Hanif Luthfi Lc dalam bukunya berjudul "Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan puasa tarwiyah dan Arafah merupakan amalan sunnah 10 hari pertama Bulan Dzulhijjah.

Terdapat hadits yang secara khusus menganjurkan puasa di hari tarwiyah dan Arafah. ”Siapa yang puasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan untuk puasa pada hari tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari arafah, seperti puasa dua tahun.”

Hadits ini berasal dari jalur Ali al-Muhairi dari at-Thibbi, dari Abu Sholeh, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, secara marfu’. Dalam kitab an-Najm al-Wahhaj itu disebutkan, ”dan disunnahkan untuk berpuasa pada hari tarwiyah beserta hari Arafah sebagai tindakan hati-hati. 

Puasa adalah ibadah spesial. Sampai-sampai para pelakunya diberi kesempatan untuk berdoa yang tak tertolak. Imam An Nawawi dan para ulama Syafi'iyah berkata di antara puasa yang mustahab yang dianjurkan yaitu puasa di bulan-bulan haram yakni Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Terkait penggabungan puasa sunnah, Hanif menjelaskan, puasa sunnah seperti puasa sembilan hari di Bulan Dzulhijjah bisa digabung bersamaan dengan puasa sunnah lainnya ketika bersamaan dalam satu hari. 

Baca Juga:Olah TKP Mobil Kades Purwasaba Hoho Alkaf Dibakar OTK, Polisi Temukan Sejumlah Barang Bukti

Sebagaimana puasa 9 hari pertama bulan Dzulhijjah bisa diniatkan bersama dengan puasa Dawud atau puasa Senin-Kamis.Imam An-Nawawi berkata di Al-Majmu‘, ‘Ini yang disebutkan secara mutlak oleh ulama Syafi’iyyah. Semestinya disyaratkan ta’yin (penyebutan nama puasa di niat) dalam puasa rawatib seperti puasa ‘Arafah, puasa Asyura, puasa bidh (13,14, 15 setiap bulan Hijriyah), dan puasa enam hari Syawwal seperti ta’yin dalam shalat rawatib’.

Jawabnya, puasa pada hari-hari tersebut sudah diatur berdasarkan waktunya. Tetapi kalau seseorang berniat puasa lain di waktuwaktu tersebut, maka ia telah mendapat keutamaan sunah puasa rawatib tersebut. Hal ini serupa dengan shalat tahiyyatul masjid.Karena tujuan dari perintah puasa rawatib itu adalah pelaksanaan puasanya itu sendiri terlepas apa pun niat puasanya. 

Apalagi puasa sembilan pertama bulan Dzulhijjah juga tak disyaratkan harus 9 hari berturut-turut. Sebelum menjalankan ibadah puasa Dzulhijjah, ada baiknya mengetahui bacaan niat agar ibadah yang dijalankan lebih afdhal. 

Niat Puasa Dzulhijjah Sekaligus Puasa SeninBaca Juga:UMKM Terdampak Kenaikan Harga Gas Nonsubsidi, Fahira Idris Sampaikan Rekomendasi Ini

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ تَرْوِيَة وَعَنْ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنً سنةِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shouma ghadin 'an tarwiyati wa 'an shouma yaumal itsnaini sunnatan lillahi Ta'alaa

Artinya: Saya niat puasa tarwiyah esok hari dan puasa hari Senin sunnah karena Allah Ta'ala."

Keutamaan Puasa Tarwiyah

1. Menghapus Dosa 2 Tahun

Keutamaan puasa Dzulhijjah pada hari ke-8 (Tarwiyah) berdasarkan keterangan beberapa hadist adalah bahwa puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa satu tahun yang telah terlewati. 

2. Pembebas Api neraka

Hari Arafah Allah SWT paling banyak membebaskan manusia dari neraka. Ibunda kaum mukminin, Siti Aisyah Radhiyallahu anhuma meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ ؟

Baca Juga:Sejarah Kelam Pemberontakan Republik Maluku Selatan

Artinya: “Tidak ada hari di mana Allâh membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?” [HR. Muslim no. 1348].

3. Pahala Dilipatgandakan

Puasa Dzulhijjah memiliki nilai lebih dibandingkan berpuasa sunah di bulan yang lain karena pahalanya dilipatgandakan. 

Al Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan, "Diriwayatkan dari Hafshah, dari Nabi Shollallahu 'alaihi wa Sallam, beliau bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa di akhir bulan Dzulhijjah dan di awal bulan Muharram, maka Allah akan menjadikannya penebus dosanya selama 50 tahun. Dan puasa satu hari di bulan Muharram sama dengan puasa 30 hari".

4. Puasa Dzulhijjah Paling Utama setelah Ramadhan

Sebagaimana ungkapan imam As-Syarwani:

أَفْضَلُ الشُّهُوْرِ لِلصَّوْمِ بَعْدَ رَمَضَانَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ وَأَفْضَلُهَا الْمُحَرَّمُ،  ثُمَّ رَجَبَ ثُمَّ الْحِجَّةُ ثُمَّ الْقَعْدَةُ

“Bulan yang paling utama untuk berpuasa setelah bulan Ramadan adalah Al-Asyhur al-Ḥurum. Dan, yang paling utama dari keempatnya adalah bulan Muharam, Rajab, Dzulhijah, kemudian Dzulqa’dah.

5. Lebih Utama dari Jihad

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dari Sayyidina Abdullah ibn ‘Abbas, Rasulullah bersabda:

Baca Juga:Terungkap! Ini Alasan Seskab Teddy Diangkat Jadi Duta Sekolah Rakyat

"مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ" -يَعْنِي عَشَرَ ذِي الْحِجَّةِ -قَالُوا: وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: "وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلًا خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، ثُمَّ لَمْ يَرْجِعُ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ"

Tiada suatu hari pun yang amal saleh lebih disukai oleh Allah padanya selain dari hari-hari ini. Yakni sepuluh hari pertama dari Bulan Dzulhijjah. Mereka (para sahabat) bertanya, "Dan juga lebih utama daripada berjihad di jalan Allah?" Rasulullah Saw. menjawab: Dan juga lebih utama daripada berjihad di jalan Allah, terkecuali seseorang yang keluar dengan membawa hartanya untuk berjihad di jalan Allah, kemudian tidak pulang selain dari namanya saja.

Itulah ulasan niat Puasa Tarwiyah sekaligus puasa Senin lengkap keutamaannya.

Wallahu A'lam

#jateng

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DMS Propertindo (KOTA) Siap Bangun Urbanova, Edu-Hub Pertama di Indonesia
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
CT Arsa Foundation Serahkan Bantuan Ambulans untuk Kelurahan Mertalu
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Listrik Padam di Sumatera Telan Korban Jiwa di Sumbar dan Sumut
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pasutri Lansia di Sumbawa Tewas Bersimbah Darah, Polisi Buru Terduga Pelaku
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Nekat Jualan Kambing di Halte, Pedagang di Gambir Ditertibkan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.