Bekasi, tvOnenews.com - Sekolah Futsal Barret (SF Barret) mendapat gelar juara dalam ajang Bekasi Junior Liga.
Hal ini menunjukkan kualitas pembinaan usia dini yang konsisten dan terarah, sehingga siap tampil untuk Liga Jawa Barat U-13 pada Juni 2026 mendatang.
Owner Sekolah Futsal Barret, Dian Yusuf menerangkan keberhasilan akademi futsal yang berdiri sejak 23 Oktober 2012 ini merupakan hasil dari persiapan matang yang dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan.
Yusuf mengungkapkan, program latihan sekolah futsal ini dirancang secara komprehensif, mulai dari penguatan fisik, teknik dasar, hingga pemahaman taktikal.
“Latihan kami berlangsung dari pukul 14.00 hingga 16.00, dimulai dari fisik, lalu basic skill, sampai taktikal. Semua dipersiapkan dengan sangat matang,” kata Dian, dalam keterangannya, Minggu (24/5/2026).
Kemudian Dian mengatakan, pencapaian ini juga merupakan kelanjutan dari performa positif tim pada kompetisi sebelumnya, yakni Liga AAFI. Menurutnya, para pemain memiliki kualitas individu yang baik serta potensi besar untuk berkembang lebih jauh.
Selain itu, Dian mengungkapkan, kunci kemenangan Sekolah Futsal Barret ini terletak pada kekompakan tim yang dibangun melalui berbagai kegiatan, termasuk training camp.
Kegiatan tersebut mempererat hubungan antar pemain sekaligus meningkatkan komunikasi antara pelatih dan pemain.
“Di training camp, anak-anak saling mengenal lebih dalam. Itu yang membuat mereka lebih solid saat bertanding,” ucap Dian.
Pada partai final, Barret tampil dengan performa yang stabil dan mental bertanding yang kuat. Seluruh pemain menunjukkan kepercayaan diri tinggi tanpa tekanan dan keinginan besar untuk memberikan penampilan terbaik.
“Tidak ada pemain yang down, semuanya ingin menunjukkan performa terbaiknya,” terang Dian.
Lebih lanjut, Dian menerangkan, kemenangan ini menjadi modal penting bagi Sekolah Futsal Barret untuk melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi. Tim direncanakan akan mengikuti Liga Jawa Barat U-13 yang akan digelar Juni mendatang.
Dian menegaskan bahwa fokus utama pembinaan adalah membentuk karakter dan identitas pemain agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami tidak hanya berpikir soal juara, tapi bagaimana setiap pemain punya ciri khas dan karakter, serta ke depan bisa menembus tim nasional,” tegas Dian.(raa)




