Jakarta, VIVA – Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan, pihaknya akan mengubah presentasi bentuk penindakan dalam Operasi Patuh yang akan dilakukan.
Sebelumnya, pihaknya menerapkan penindakan menggunakan ETLE sebesar 95 persen. Sementara 5 persen melalui tilang manual.
Agus mengatakan, pelaksanaan Operasi Patuh pada kali ini dilakukan dengan pendekatan penegakan hukum yang lebih tegas dibanding sebelumnya.
"Operasi Patuh sesaat ini setelah kami persiapkan. Jadi kalau kebijakan kemarin bahwa Korlantas Polri tidak bangga melakukan penegakan hukum, tetapi menggunakan ETLE dengan 95% dan tilang itu 5%. Dalam Operasi Patuh ini, kami akan sedikit tegas. Bahwa 70% menggunakan ETLE, 30% kami akan tilang,” kata Agus.
Lebih lanjut, Agus memaparkan, selain Operasi Patuh, bakal ada empat agenda besar operasi lalu lintas lainnya yang dilaksanakan Korlantas Polri bersama stakeholder terkait
“Yang pertama adalah Operasi Keselamatan, minta tolong nanti Pak Dirut Jasa Marga (Rivan A. Purwantono), Pak Dirut Jasa Raharja (Muhammad Awaluddin), kita juga harus di lapangan, karena semuanya ini untuk kepentingan keselamatan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
“Lalu Operasi Ketupat yang sudah kita lewati, dan terima kasih atas kerjasamanya, Operasi Ketupat cukup berhasil,” ujarnya.
Selain itu, Korlantas Polri juga akan menggelar Operasi Zebra yang tetap mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum.
“Setelah Operasi Patuh, Operasi Zebra. Sama demikian juga Operasi Zebra sifatnya adalah preemtif, preventif, dan penegakan hukum,” katanya.
Adapun agenda operasi terakhir yang menjadi fokus bersama adalah Operasi Nataru yang rutin dilaksanakan setiap akhir tahun.
“Dan yang terakhir adalah Operasi Nataru yang sering kita lakukan bersama-sama,” katanya.





