Jakarta (ANTARA) - Pecatur senior GM Novendra Priasmoro (2408) memuncaki klasemen sementara kategori Open JAPFA FIDE Rated 2026.
Novendra berada di puncak klasemen usai mengamankan kemenangan krusial pada babak kelima yakni menundukkan perlawanan alot dari Stevanky (2205) dalam laga yang berjalan hingga 65 langkah.
Kemenangan ini membuat Novendra kini memimpin klasemen dengan raihan 4,5 VP, hasil dari empat kali menang dan satu kali remis. Posisi puncak ini ia tempati bersama IM Muhamad Lutfi Ali (2340) yang sama-sama mengoleksi 4,5 VP.
"Pertandingannya alot, dia bagus mainnya. Sempat bolak-balik (posisinya) bahkan hampir remis tadi karena sisa waktu tinggal tiga menit terakhir," ujar Novendra mengenai jalannya laga babak kelima sebagaimana dilansir dari keterangan PB Percasi, Senin.
Selanjutnya Novendra akan menghadapi laga sengit di babak keenam dengan bersua rival lamanya sejak kecil, IM Lutfi Ali.
Baca juga: 350 pecatur dari delapan negara ikuti JAPFA Tournament 2026
“Lutfi itu ulet, kayak susah ditembus gitu. Sementara aku kan tipikal orang yang suka main taktis,” ujar Novendra.
“Kadang kalau sudah kebanyakan 'buang' perwira atau pion, akhirnya malah kalah. Jadi untuk besok harus ekstra hati-hati dan lebih sabar," imbuh Novendra mengevaluasi rekor pertemuannya menghadapi Luthfi.
Sementara itu, pecatur muda IM Satria Duta Cahaya menebar ancaman dengan merangkak ke posisi keempat klasemen sementara.
Duta saat ini mengemas empat poin setelah di babak kelima mendapatkan tambahan angka usai mengalahkan Gelar Sagara Dwitama (2051).
“Semoga empat babak terakhir bisa lakukan yang terbaik sih. Soalnya saya dua babak pertama ya remis. Tapi ya tiga babak terakhir ya untungnya bisa menang, jadi ya mungkin agak naik turun nih turnamennya,” kata Duta mengenai rencananya ke depan.
Baca juga: IM Aditya Bagus Arfan turun ke posisi lima JAPFA FIDE Rated 2026
Di kategori challenger, dua pecatur Abraham Raja Ferdinand (1847) dan Sudung Tampubolon (1967) belum tersentuh kekalahan hingga ronde kelima. Keduanya berada di posisi teratas dengan angka sempurna, 5 poin.
Gelaran turnamen ini juga terasa sangat spesial mengingat diukuti sejumlah pecatur disabilitas.
Terdapat 12 pecatur difabel. Para pecatur ini unjuk gigi dengan bermain melawan peserta umum lainnya di kategori open ataupun challenger. Pilihan disesuaikan dengan elo rating dari masing-masing atlet.
“Kehadiran stlet dengan kemampuan yang berbeda dari Para Chess merupakan sebuah apreasiasi bagi JAPFA dalam penyelenggaraan kompetisi catur Fide Rated ini,” ujar VP-Head of Social Investment JAPFA R. Artsanti Alif.
Baca juga: Robot catur cerdas dihadirkan pada kejuaraan di Universitas Gunadarma
Novendra berada di puncak klasemen usai mengamankan kemenangan krusial pada babak kelima yakni menundukkan perlawanan alot dari Stevanky (2205) dalam laga yang berjalan hingga 65 langkah.
Kemenangan ini membuat Novendra kini memimpin klasemen dengan raihan 4,5 VP, hasil dari empat kali menang dan satu kali remis. Posisi puncak ini ia tempati bersama IM Muhamad Lutfi Ali (2340) yang sama-sama mengoleksi 4,5 VP.
"Pertandingannya alot, dia bagus mainnya. Sempat bolak-balik (posisinya) bahkan hampir remis tadi karena sisa waktu tinggal tiga menit terakhir," ujar Novendra mengenai jalannya laga babak kelima sebagaimana dilansir dari keterangan PB Percasi, Senin.
Selanjutnya Novendra akan menghadapi laga sengit di babak keenam dengan bersua rival lamanya sejak kecil, IM Lutfi Ali.
Baca juga: 350 pecatur dari delapan negara ikuti JAPFA Tournament 2026
“Lutfi itu ulet, kayak susah ditembus gitu. Sementara aku kan tipikal orang yang suka main taktis,” ujar Novendra.
“Kadang kalau sudah kebanyakan 'buang' perwira atau pion, akhirnya malah kalah. Jadi untuk besok harus ekstra hati-hati dan lebih sabar," imbuh Novendra mengevaluasi rekor pertemuannya menghadapi Luthfi.
Sementara itu, pecatur muda IM Satria Duta Cahaya menebar ancaman dengan merangkak ke posisi keempat klasemen sementara.
Duta saat ini mengemas empat poin setelah di babak kelima mendapatkan tambahan angka usai mengalahkan Gelar Sagara Dwitama (2051).
“Semoga empat babak terakhir bisa lakukan yang terbaik sih. Soalnya saya dua babak pertama ya remis. Tapi ya tiga babak terakhir ya untungnya bisa menang, jadi ya mungkin agak naik turun nih turnamennya,” kata Duta mengenai rencananya ke depan.
Baca juga: IM Aditya Bagus Arfan turun ke posisi lima JAPFA FIDE Rated 2026
Di kategori challenger, dua pecatur Abraham Raja Ferdinand (1847) dan Sudung Tampubolon (1967) belum tersentuh kekalahan hingga ronde kelima. Keduanya berada di posisi teratas dengan angka sempurna, 5 poin.
Gelaran turnamen ini juga terasa sangat spesial mengingat diukuti sejumlah pecatur disabilitas.
Terdapat 12 pecatur difabel. Para pecatur ini unjuk gigi dengan bermain melawan peserta umum lainnya di kategori open ataupun challenger. Pilihan disesuaikan dengan elo rating dari masing-masing atlet.
“Kehadiran stlet dengan kemampuan yang berbeda dari Para Chess merupakan sebuah apreasiasi bagi JAPFA dalam penyelenggaraan kompetisi catur Fide Rated ini,” ujar VP-Head of Social Investment JAPFA R. Artsanti Alif.
Baca juga: Robot catur cerdas dihadirkan pada kejuaraan di Universitas Gunadarma





