JAKARTA, KOMPAS.com - Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh Israel pada pertengahan Mei 2026 lalu tiba di Tanah Air, pada Minggu (24/5/2026).
Mereka disambut Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Alsattari, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko hingga keluarga di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Ditangkap dalam perjalanan ke GazaAwalnya, pada Senin, (18/5/2026), beredar sebuah video yang menayangkan dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai yang ikut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 ditangkap tentara Israel.
Baca juga: Golkar Minta Pemerintah Selidiki Dugaan Kekerasan Israel terhadap 9 WNI
Penangkapan tersebut terjadi setelah kapal rombongan diintersepsi di perairan internasional, sekitar 250 mil dari Gaza, Palestina.
Kabar tersebut dibenarkan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) pada hari yang sama.
Kemenlu mengecam keras militer Israel yang menangkap jurnalis Republika yang ikut dalam rombongan kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF).
Saat itu, sepuluh kapal dikonfirmasi telah ditangkap oleh militer Israel, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
"Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur," kata Juru Bicara 1 Kemlu Yvonne Mewengkang, dalam siaran persnya, Senin (18/5/2026).
Satu hari berselang, Yvonne mengatakan, dari 9 WNI yang melakukan misi kemanusiaan ke Gaza, 5 WNI ditangkap militer Israel, dan 4 WNI lainnya masih berlayar di dua kapal berbeda.
“Sementara itu, 4 WNI lainnya yang berada di 2 kapal berbeda diketahui masih berlayar di sekitar Perairan Siprus,” ujar dia.
Berdasarkan sumber dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), sembilan WNI tersebut adalah, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat yang menaiki kapal Josef dengan status ditangkap Israel.
Kemudian, tiga orang yang menggunakan kapal Ozgurluk, yakni Thoudy Badai seorang jurnalis Republika, Rahendro Herubowo jurnalis dari Inews, dan Andre Prasetyo Nugroho jurnalis dari TV Tempo.
Lalu, ada jurnalis Republika, Bambang Noroyono atau Abeng yang menaiki kapal yang berbeda, yakni BoraLize.
Sementara itu, empat WNI yang selamat adalah Hendro, As'ad, Herman, dan Ronggo.
Mereka melanjutkan perjalanan berada dengan kapal Karsi, Sadabat, dan Zefiro.
Masih dalam hari yang sama, Kemenlu melaporkan, hingga Selasa malam, jumlah WNI yang ditangkap Israel bertambah menjadi 7 orang.
Sementara, 2 WNI lainnya masih berlayar dengan Kapal Kasr 1 Sadabat.
Juru Bicara Kemenlu Vahd Nabyl Mulachela mengatakan, situasi di lapangan masih sangat dinamis.
Dia bilang, kedua WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh militer Israel.
Pada Rabu (20/5/2026), Kemenlu melaporkan sembilan WNI dalam misi kemanusiaan tersebut ditangkap Israel.
Secara terpisah, Global Peace Convoy Indonesia, mengatakan, sembilan WNI tersebut telah mengirimkan pesan darurat (SOS) berupa video pernyataan mereka ditangkap.





