Masyarakat diingatkan untuk tetap rutin melakukan aktivitas fisik selama dan setelah perayaan Iduladha, guna mencegah munculnya berbagai gangguan kesehatan akibat pola makan berlebihan.
Menurut dr. Antonius Andi Kurniawan, pola konsumsi makanan saat Iduladha kerap memicu peningkatan risiko penyakit seperti kolesterol tinggi, diabetes, hingga tekanan darah tinggi, terutama karena tingginya konsumsi olahan daging merah.
“Ketika seseorang bergerak, itu bisa mencegah berbagai macam penyakit termasuk kolesterol, diabetes, dan lainnya. Biasanya setelah hari raya banyak masalah kesehatan muncul karena pola makan yang salah,” ujar dokter spesialis kedokteran olahraga itu, dilansir dari Antara pada Minggu (24/5/2026).
Hidangan khas Iduladha seperti sate, gulai, tongseng, hingga olahan daging sapi dan kambing lainnya memang identik dengan kandungan lemak dan kalori tinggi.
Karena itu, aktivitas fisik dinilai penting untuk membantu tubuh membakar kalori berlebih yang masuk selama perayaan.
Dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut menjelaskan bahwa olahraga secara rutin dapat membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh sekaligus menekan risiko penyakit tidak menular.
“Dengan bergerak tentu saja terjadi pembakaran kalori, sehingga bisa mencegah atau bahkan membantu mengembalikan fungsi tubuh dari penyakit tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, keseimbangan antara jumlah kalori yang masuk dan kalori yang dibakar menjadi kunci utama menjaga kesehatan tubuh, terutama setelah momen makan besar saat hari raya.
Menurut Andi, masyarakat dapat memilih berbagai jenis olahraga sesuai kondisi tubuh, mulai dari latihan kardio seperti jalan cepat, jogging, dan bersepeda hingga strength training atau latihan kekuatan otot.
“Saat Iduladha, biasanya kalori yang masuk sangat banyak karena kita berpesta makanan. Karena itu penting juga untuk mengeluarkan kalori atau melakukan kalori out,” tuturnya.
Ia juga menyarankan masyarakat tetap aktif bergerak meski hanya melalui aktivitas ringan setiap hari, agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari penumpukan lemak berlebih. (ant/mar/saf/iss)




